Menurut laporan Golden Ten, Perdana Menteri Inggris Sunak mengutip laporan terbaru PricewaterhouseCoopers, yang memperkirakan bahwa AI akan memberikan manfaat 10% terhadap produk domestik bruto (PDB) Inggris dalam sepuluh tahun ke depan. Sunak mengatakan penerapan AI memiliki potensi yang sangat besar dalam pelayanan publik, khususnya di bidang kedokteran dan pendidikan. Di sisi medis, mempercepat diagnosis dan meningkatkan akurasi diagnostik penyakit seperti kanker kulit. Di bidang pendidikan, kurangi beban kerja guru dan berikan pengajaran yang dipersonalisasi.
Perdana Menteri Inggris Sunak berharap untuk bersama-sama menghadapi tantangan kecerdasan buatan dengan mengadakan pertemuan puncak keamanan internasional, karena kecerdasan buatan tidak dibatasi oleh batas negara dan memerlukan kerja sama global untuk memastikan keamanan dan keandalannya. Sunak berpendapat bahwa sebelum merumuskan peraturan terkait (AI), fitur keamanan dan spesifikasi kecerdasan buatan harus diperjelas terlebih dahulu, seperti tanda air digital, pembagian informasi, transparansi kumpulan data pelatihan, dll., dan lembaga penelitian khusus dapat dibentuk untuk memperkuat kemampuan penelitian dan penilaian Keamanan. Sunak menekankan pentingnya dialog, kerja sama, dan transparansi dengan perusahaan-perusahaan teladan, yang menyerukan pemerintah untuk memberlakukan peraturan yang relevan guna memastikan keamanan kecerdasan buatan dan secara proaktif menyediakan akses ke database mereka untuk penilaian keamanan.
