Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina (SEC) telah mengeluarkan peringatan tegas terhadap bursa cryptocurrency Binance, menyatakan bahwa mereka telah beroperasi tanpa persetujuan atau lisensi yang diperlukan di negara tersebut. Pengumuman regulator pada 28 November 2023 telah menimbulkan kekhawatiran tentang legalitas Binance di Filipina dan potensi konsekuensi bagi mereka yang terlibat dalam layanannya.
Operasi dan promosi yang tidak sah
SEC Filipina menekankan bahwa Binance, bursa cryptocurrency global yang terkemuka, tidak diizinkan untuk menjual atau menawarkan sekuritas di dalam negeri. Berdasarkan Kode Regulasi Sekuritas Filipina (SRC), setiap entitas yang bermaksud menawarkan sekuritas kepada publik harus mendaftar dan memberikan informasi komprehensif tentang sekuritas tersebut, termasuk harga penerbitan dan sifatnya.
Binance telah ditemukan kurang dalam hal ini, karena tidak terdaftar sebagai perusahaan di Filipina dan tidak memiliki lisensi dan otoritas yang diperlukan untuk menawarkan sekuritas sebagaimana didefinisikan oleh SRC.
Selain itu, SEC Filipina menuduh Binance secara ilegal mempromosikan layanannya di Filipina. Regulator memperingatkan bahwa individu atau entitas yang terlibat dalam mempromosikan atau berdagang di platform Binance dapat menghadapi tanggung jawab pidana berdasarkan Pasal 28 SRC.
Pelanggaran ini membawa potensi hukuman berupa denda hingga 5 juta peso Filipina (sekitar $90.300) dan penjara hingga 21 tahun, atau keduanya, sebagaimana diatur dalam Pasal 73 SRC.
Tantangan hukum yang sedang berlangsung
Meskipun telah ada peringatan berulang dari otoritas, Binance telah mempertahankan kehadiran yang signifikan sebagai platform perdagangan cryptocurrency di Filipina. Beberapa pengguna bahkan menggambarkan layanannya sebagai “andal dan stabil” di platform media sosial. Namun, tindakan terbaru yang diambil oleh SEC Filipina bukanlah insiden terpisah.
Binance telah menghadapi tantangan hukum di berbagai yurisdiksi, termasuk Amerika Serikat. CEO Binance, Changpeng Zhao, baru-baru ini mengaku bersalah di pengadilan AS karena melanggar undang-undang Anti-Pencucian Uang AS dan mengundurkan diri sebagai CEO. Perkembangan ini menambah kekhawatiran yang berkembang tentang operasi global bursa tersebut.
Implikasi bagi Binance di Filipina
Peringatan yang dikeluarkan oleh SEC Filipina menimbulkan pertanyaan tentang masa depan operasi Binance di negara tersebut. Dengan pernyataan SEC bahwa Binance tidak memiliki lisensi dan izin yang diperlukan untuk menawarkan sekuritas, bursa tersebut mungkin menghadapi tindakan regulasi lebih lanjut yang dapat berdampak signifikan pada kegiatannya.
Beberapa ahli industri menyatakan bahwa tindakan SEC Filipina mungkin mencerminkan tindakan SEC Amerika Serikat. Saat ini, Binance menghadapi proses hukum yang dimulai oleh SEC AS, dan hasil negatif dalam kasus tersebut dapat memiliki konsekuensi yang luas bagi operasi Binance di seluruh dunia, termasuk di Filipina.
Filipina telah melihat minat yang tumbuh dalam perdagangan cryptocurrency dalam beberapa tahun terakhir, dengan sejumlah bursa lokal dan internasional yang melayani pasar. Namun, lanskap regulasi telah berkembang, dan tindakan terbaru terhadap Binance menyoroti pentingnya mematuhi regulasi lokal.
Para trader dan investor cryptocurrency di Filipina diimbau untuk berhati-hati dan memastikan mereka menggunakan platform yang mematuhi persyaratan regulasi yang diperlukan. SEC Filipina merekomendasikan penggunaan bursa yang diatur oleh Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), bank sentral Filipina, seperti PDax dan Coins.ph, untuk menghindari komplikasi hukum yang berpotensi terjadi.
Perlu dicatat bahwa pada September 2023, SEC Filipina bekerja sama dengan SEC AS untuk bersama-sama memerangi penipuan cryptocurrency. Kolaborasi ini menekankan sifat global industri cryptocurrency dan perlunya upaya terkoordinasi di antara regulator untuk menjaga integritas pasar keuangan.
