Selamat datang kembali di seri kami tentang akronim perdagangan yang dapat membawa keterampilan perdagangan Anda ke tingkat berikutnya. Dalam posting kami sebelumnya, kami membahas sepuluh akronim pertama, termasuk TA, FA, BMO, AMC, ITM, OTM, ATM, HOD, EOD, dan ER. Hari ini, kami melanjutkan penjelajahan kami dengan sepuluh akronim yang tersisa yang akan lebih memperluas pengetahuan perdagangan Anda dan memberdayakan Anda untuk membuat keputusan yang lebih tepat di pasar. Mari kita bahas akronim-akronim ini:

Lihat postingan pertama: https://www.binance.com/en-NG/feed/post/679094?ref=54178400&utm_medium=web_share_copy

1. P/E - Rasio Harga terhadap Pendapatan:

Rasio Harga terhadap Pendapatan (P/E) adalah metrik penilaian fundamental yang mengukur hubungan antara harga saham perusahaan dan pendapatan per sahamnya. Rasio ini membantu para pedagang menilai nilai relatif suatu saham dan membandingkannya dengan saham sejenis di industri yang sama.

2. ROE - Return on Equity: Return on Equity (ROE) adalah rasio keuangan yang mengukur profitabilitas perusahaan dengan mengevaluasi laba bersihnya dalam kaitannya dengan ekuitas pemegang saham. Pedagang menggunakan ROE untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham.

3.YTD - Year to Date: Year to Date (YTD) mengacu pada periode dari awal tahun kalender saat ini hingga saat ini. Trader menggunakan angka kinerja YTD untuk menganalisis kinerja keseluruhan sekuritas atau investasi selama jangka waktu tertentu.

4. WC - Modal Kerja: Modal Kerja (WC) merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan. Modal kerja menunjukkan likuiditas jangka pendek dan kesehatan keuangan perusahaan. Pedagang memantau WC untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

5. ROI - Pengembalian atas Investasi: Pengembalian atas Investasi (ROI) adalah metrik keuangan yang mengukur keuntungan investasi relatif terhadap biayanya. Trader memanfaatkan ROI untuk mengevaluasi keberhasilan perdagangan dan keputusan investasi mereka.

6.BAR - Breakout and Retest: Akronim BAR mengacu pada Breakout and Retest, sebuah strategi perdagangan yang melibatkan identifikasi breakout level harga, diikuti dengan pengujian ulang level tersebut. Para pedagang menggunakan strategi ini untuk mengonfirmasi kekuatan breakout dan mengidentifikasi titik masuk atau keluar yang potensial.

7. BO - Breakout: Breakout terjadi ketika harga sekuritas bergerak di atas level resistance yang signifikan atau di bawah level support yang signifikan. Trader sering melihat breakout sebagai peluang potensial untuk membeli atau menjual.

8.SR - Support dan Resistance: Level Support dan Resistance adalah level harga di mana sekuritas cenderung menemukan dukungan beli atau tekanan jual. Trader menganalisis level ini untuk mengantisipasi potensi pembalikan harga atau penembusan.

9.ROA - Return on Assets: Return on Assets (ROA) adalah rasio keuangan yang mengukur profitabilitas perusahaan dalam kaitannya dengan total asetnya. Rasio ini membantu para pedagang mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari basis asetnya.

10.NAB - Nilai Aktiva Bersih: Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan nilai per saham suatu reksa dana atau dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

Kesimpulan:

Membiasakan diri dengan 20 akronim trading ini dapat meningkatkan keterampilan trading Anda. Dari analisis fundamental hingga indikator teknis, akronim ini memberikan wawasan dan alat berharga untuk membuat keputusan trading yang tepat. Dengan memasukkannya ke dalam strategi trading Anda, Anda dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan meningkatkan peluang keberhasilan Anda di pasar. Jadi, mulailah belajar dan terapkan akronim ini hari ini untuk menjadi trader yang lebih baik di masa mendatang.

#zackxbt #SEC #crypto2023 #BinanceTournament