Scalping melibatkan perdagangan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga kecil dalam jangka waktu 1 hingga 15 menit dengan tujuan mengumpulkan sebanyak mungkin keuntungan kecil menjadi keuntungan besar secara kumulatif. Beberapa trader lebih memilih untuk memperdagangkan pasangan mata uang dalam jangka waktu 1 Menit (60 detik) di mana mereka dapat memanfaatkan dan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang relatif kecil pada grafik 1 Menit. Setiap hari memiliki 1440 menit dan total menit perdagangan 1170 untuk mengekstraksi pips dalam jumlah besar setiap hari dari pasar forex.
Mengapa melakukan scalping pada grafik 1 menit?
Paparan risiko terbatas: Durasi perdagangan pada grafik 1 menit sejak masuk dan keluar relatif sangat singkat yaitu 5 - 10 atau 15 menit. Paparan singkat terhadap pasar ini juga mengurangi paparan pedagang terhadap kejadian buruk dan kemungkinan menanggung lebih banyak risiko.
Tujuan profit minimal dengan sedikit emosi: Hal ini sangat penting karena trader mungkin mempertimbangkan untuk menetapkan target profit yang tidak terlalu ambisius dalam jangka waktu trading 1 menit, dibandingkan dengan 15 menit atau 4 jam karena tujuan profit 1 menit lebih mudah dicapai.
Pips yang lebih kecil dalam pergerakan harga lebih mudah dan cepat diperoleh: Anda dapat duduk di depan grafik dan dengan mudah mengamati pergerakan harga pada grafik 1 menit. Misalnya, suatu pasangan akan bergerak 5 hingga 10 pips lebih cepat daripada yang bergerak 30 pips.
Pergerakan kecil lebih sering terjadi dibandingkan pergerakan besar. Ambil contoh, satu ekspansi harga sebesar 50 pips memiliki banyak pergerakan harga kecil bolak-balik di dalamnya yang bisa berjumlah lebih dari 100 pips. Bahkan saat pasar sepi, ada banyak pergerakan kecil yang bisa dimanfaatkan oleh calo untuk mengakumulasi keuntungan.
Oleh karena itu, strategi scalping 1 menit memungkinkan perdagangan dan entri yang lebih sering sehingga memerlukan pengambilan keputusan dan eksekusi perdagangan yang cepat.
Indikator yang membentuk strategi scalping 1 menit terbaik
Strategi scalping 1 menit terbaik menggunakan grafik candlestick bersama dengan 3 indikator teknis.
Rata-rata bergerak
Pertama, SMA dan EMA adalah indikator terbaik untuk scalping 1 menit.
Simple Moving Average (SMA) melacak harga penutupan rata-rata dalam beberapa periode terakhir. Misalnya, SMA 50 hari akan menampilkan harga penutupan rata-rata selama 50 hari perdagangan, di mana semuanya diberi bobot yang sama dalam indikatornya.
Exponential Moving Average (EMA) sangat mirip, namun berbeda dengan SMA karena memberikan bobot lebih besar pada harga terkini, sehingga secara umum lebih cepat bereaksi terhadap perubahan terkini di pasar.
Strategi ini menggunakan rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari dan EMA 100 hari. Ini dimaksudkan untuk membantu trader dalam mengidentifikasi tren.
Jika pergerakan harga saat ini berada di atas rata-rata pergerakan eksponensial 50 & 100, itu merupakan indikasi bahwa pasangan mata uang sedang dalam tren naik. Jika EMA 50 hari melintasi di atas EMA 100 hari, hal ini semakin memvalidasi tren naik dan kemungkinan besar akan terjadi pola bullish.
Sebaliknya, jika pergerakan harga saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 50 & 100, hal ini merupakan indikasi bahwa pasangan mata uang tersebut sedang berada dalam tren turun. Jika EMA 50 hari melintasi di bawah EMA 100 hari, hal ini semakin memvalidasi tren turun dan kemungkinan besar akan terjadi pola bearish.
Osilator stokastik
Indikator ketiga adalah osilator momentum sederhana yang mengukur pergerakan harga jenuh jual dan jenuh beli dalam rentang 0 hingga 100.
Angka di atas level 80 berarti pasangan ini berada dalam kondisi jenuh beli (overbought) dan angka di bawah level 20 menunjukkan bahwa pasangan tersebut berada dalam kondisi jenuh jual (oversold).
