Coinspeaker Binance Memindahkan BTC Senilai $3 Miliar ke Alamat Baru
Bursa kripto terkemuka Binance telah membagikan langkah terbarunya yang menyebabkannya mentransfer sejumlah besar Bitcoin (BTC) ke alamat blockchain baru. Menurut perusahaan kripto tersebut, baru-baru ini Binance memindahkan setidaknya sembilan digit BTC tetapi meyakinkan pengguna tentang keamanan dana mereka. Menurut Binance, dana tersebut sekarang tersimpan dengan aman di penyimpanan dingin.
Sementara itu, firma analitik Blockchain.com juga telah menjalankan pemeriksaan pada penyimpanan dingin baru tersebut. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi klaim Binance. Menurut data Blockchain.com, alamat tersebut menerima 15.000 BTC, pada dini hari Senin. Itu bernilai sekitar $402 juta pada saat berita ini ditulis. Firma analitik tersebut juga menemukan transaksi lain di mana 117.000 BTC ditransfer dari salah satu alamat dompet dingin lama Binance ke yang baru. Transaksi tunggal tersebut bernilai lebih dari 3 miliar dolar.
Lebih lanjut mengonfirmasi data Blockchain.com, firma analitik serupa Bitinfocharts mengatakan bahwa total 130.000 BTC meninggalkan dompet dingin Binance pada hari Senin.
Meskipun jumlah penarikannya besar, data Coinglass menunjukkan bahwa Binance tetap menjadi bursa dengan saldo BTC terbesar. Saat publikasi, saldo BTC-nya mencapai 510.425, sementara bursa terdekatnya adalah Coinbase Pro dengan 486.568 BTC.
Apakah Masalah Mengintai Bursa Binance?
Baru-baru ini, terdapat berbagai masalah dengan bursa tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara pengguna dan seluruh pemangku kepentingan. Pertama, bursa tersebut saat ini sedang digugat oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) karena melanggar undang-undang sekuritas Amerika Serikat.
Lebih lanjut, terdapat klaim bahwa bukti cadangan Binance dipertanyakan. Setelah FTX kolaps pada November 2022, bursa tersebut merasa perlu menerbitkan laporan cadangannya. Hal ini diperlukan untuk meredakan kekhawatiran para penggunanya. Namun, ternyata, laporan Desember yang mengklaim bahwa dana penggunanya didukung 101%, kini juga dipertanyakan. Terlebih lagi, karena perusahaan yang melakukan audit tersebut juga telah menyatakan untuk menjauhkan diri dari segala hal yang berhubungan dengan kripto.
Terakhir, Reuters juga melaporkan pada bulan Mei bahwa Binance kemungkinan telah mencampurkan simpanan pengguna dengan dana perusahaan dalam rekening banknya di Silvergate Bank dan Signature Bank yang kini telah tutup. Namun, bursa tersebut telah menanggapi klaim tersebut. Dalam gugatan baliknya, Binance bersikeras bahwa simpanan yang dimaksud dipindahkan untuk dikonversi menjadi stablecoin BUSD di dalam rekening pengguna.
Secara umum, terdapat suasana ketidakpastian di dalam dan di sekitar bursa Binance saat ini. Namun, bursa tersebut, bersama CEO-nya, Changpeng Zhao, memiliki rekam jejak yang baik dalam mengatasi masalah tersebut.
Berikutnya
Binance Memindahkan BTC Senilai $3 Miliar ke Alamat Baru
