Memahami bias trading Anda akan membantu Anda lebih memahami pasar. Ini karena trading adalah tentang mengambil keputusan yang tepat sehingga Anda dapat menghasilkan keuntungan secara konsisten.
Bias perdagangan Anda biasanya muncul saat uang Anda berisiko atau ada peluang yang dirasakan untuk mendapat untung besar.
Sebagai seorang trader, Anda harus mampu berpikir jernih tanpa melibatkan emosi apa pun. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui bias trading yang umum ini agar dapat mengenali kapan keputusan Anda dipengaruhi.
Berikut adalah beberapa contoh bias perdagangan:
1) Bias Optimis/Pesimis:
Pedagang jenis ini menjadi sangat optimis atau pesimis berdasarkan hasil perdagangan sebelumnya.
Jika mereka untung, mereka merasa senang dan memasuki pasar dengan modal perdagangan yang lebih besar. Jika mereka rugi, mereka tidak senang dan akan kembali berdagang dengan modal perdagangan yang lebih kecil.
Roller coaster emosional ini seringkali didasarkan pada Ketakutan dan Keserakahan. Cara mengatasi bias ini adalah dengan memiliki "perspektif yang benar" bahwa akan ada hari-hari baik dan hari-hari yang tidak begitu baik dalam trading.
Hal ini karena orang terus-menerus berdagang di pasar dan ada banyak faktor potensial yang dapat memengaruhi perdagangan.
Jadi, bahkan saat Anda mengalami kerugian di pasar, Anda melihatnya sebagai pelajaran dengan mencoba memahami faktor apa yang menyebabkan hasil tersebut.
Bila Anda sudah meraup untung, itu bukan saatnya untuk menambah modal, tetapi untuk beristirahat sejenak lalu perlahan-lahan masuk lagi ke dunia perdagangan.
2) Bias terlalu percaya diri:
Ada kalanya Anda begitu yakin harga bitcoin akan turun, karena berdasarkan pengetahuan Anda tentang pasar dan analisis, Anda menganggapnya sebagai transaksi yang sudah tuntas.
Anda memulai perdagangan dan harga pasar naik. Inilah yang tampak seperti bias terlalu percaya diri, karena ketika Anda begitu yakin pasar akan bergerak ke arah tertentu, Anda seolah-olah mengabaikan gagasan lain.
Perdagangan adalah tentang memprediksi langkah selanjutnya, itulah sebabnya Anda harus memikirkan skenario lain jika perdagangan Anda tidak berjalan sesuai rencana dan memiliki strategi manajemen risiko.
3) Bias Konfirmasi:
Sudut pandang inilah yang cenderung memperkuat bias terlalu percaya diri. Jika Anda berpikir harga pasar akan naik, Anda dapat mencari informasi yang mendukung gagasan tersebut.
Tinjau informasi yang Anda lihat dari berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan. Usahakan untuk tidak mengambil keputusan sebelum Anda menganalisis berbagai informasi dari berbagai sumber dengan jelas.
4) Bandawagon Bias:
Inilah mentalitas "Fomo" yang membuat para pedagang berpikir, karena semua orang membicarakan aset kripto, artinya ini saat yang tepat untuk membelinya. Pola pikir "kawanan" ini memang sulit ditolak, tetapi jangan sampai terjerumus.
5) Bias Keakraban:
Bias ini berfokus pada melakukan apa yang telah Anda lakukan berkali-kali, bahkan ketika hasilnya sudah tidak efektif lagi. Hanya karena suatu strategi berhasil di pasar bearish, bukan berarti strategi tersebut akan baik untuk melanjutkan proses yang sama di pasar bullish.
Anda harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi pasar dan beradaptasi dengan strategi perdagangan baru.
