
Grafik kandil, juga dikenal sebagai grafik kandil, adalah jenis grafik populer yang banyak digunakan untuk menganalisis tren harga saham, valas, dan mata uang kripto. Ini dapat memberikan lebih banyak informasi daripada diagram garis atau diagram batang sederhana. Untuk menjadi trader profesional, tugas pertama yang perlu Anda pelajari adalah membaca garis K.
Bagan garis K biasanya mencakup tiga bagian utama: entitas, garis bayangan, dan warna. Entitas menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan hari itu, garis bayangan menunjukkan titik tertinggi dan terendah pada hari itu, dan warna menunjukkan arah pergerakan periode pembentukan garis K.
Ada empat titik data di setiap kandil: harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan untuk jangka waktu tertentu. Harga pembukaan mengacu pada harga transaksi dari transaksi pertama pada periode tertentu, dan harga penutupan adalah harga transaksi dari transaksi terakhir pada periode tersebut.
Entitas: Persegi panjang yang digambar dengan menghubungkan harga pembukaan dan harga penutupan dianggap sebagai entitas garis K.
Garis bayangan: Garis vertikal yang menghubungkan harga tertinggi dan badan sebenarnya disebut garis bayangan atas kandil, sedangkan garis vertikal yang menghubungkan harga terendah dan badan sebenarnya disebut garis bayangan bawah.
Warna: Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, garis K biasanya digambar dengan warna hijau berongga, membentuk garis positif yang melambangkan kenaikan harga. Sebaliknya, jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, garis K biasanya dicat dengan warna merah solid untuk menunjukkan garis negatif.

Situasi khusus terjadi ketika harga pembukaan dan harga penutupan hampir sama. Dalam hal ini, garis K biasanya disebut "bintang silang".
Setiap kandil menceritakan kisah permainan antara banteng dan beruang. Secara umum, trader dapat menafsirkan garis K dengan memeriksa tiga aspek berikut:
Ukuran entitas: Menunjukkan kisaran perubahan harga. Candlestick positif dengan real body yang besar menunjukkan bahwa pembeli berada pada posisi yang kuat. Sebaliknya, garis negatif dengan real body yang besar menunjukkan bahwa penjual sedang kuat.
Panjang garis bayangan: menunjukkan volatilitas harga. Garis bayangan panjang menunjukkan bahwa harga sangat berfluktuasi selama beberapa waktu, namun akhirnya kembali ke tingkat harga semula, menunjukkan bahwa sentimen pasar berada dalam ketidakpastian. Garis bayangan pendek menunjukkan bahwa pasar relatif aman. Secara umum, semakin panjang garis bayangan, semakin besar kemungkinan harga akan bergerak berlawanan arah dengan garis bayangan.
Volume perdagangan: Indikator utama yang perlu diperhatikan ketika menganalisis garis K adalah volume perdagangan yang terikat padanya. Jika kenaikan harga dibarengi dengan peningkatan volume perdagangan, maka besar kemungkinan tren kenaikan akan menguat. Namun, jika harga naik tajam dan volume menurun, hal ini menunjukkan bahwa kenaikan tersebut mungkin tidak akan bertahan lama.
Catatan khusus: Meskipun grafik candlestick dapat memberikan banyak informasi berguna, grafik tersebut tidak dapat menjamin perilaku pasar di masa depan. Ini hanyalah satu alat dan perlu digunakan bersama dengan alat analisis lainnya dan strategi manajemen risiko yang tepat.