Pos Uniswap vs SEC: Perbatasan Baru dalam Perjuangan Kebebasan Digital! muncul pertama kali di Coinpedia Fintech News
Upaya berkelanjutan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) untuk mengatur industri mata uang kripto mendapat tentangan baru. Kali ini dari Uniswap Labs, salah satu pengembang terkemuka di bidang Keuangan Terdesentralisasi (DeFi).
https://twitter.com/ammori/status/1669070595332382720 Uniswap vs SEC- Pertempuran dimulai
Dalam tweet baru-baru ini, Ammori mengklaim bahwa SEC sedang mencoba memaksa pengembang DeFi keluar dari AS. Dia yakin ini adalah bagian dari tren yang lebih besar di mana SEC mendorong perusahaan keuangan tradisional untuk mendapatkan keunggulan dibandingkan pesaing baru berbasis kripto.
Dibantu oleh Donald Verrilli, salah satu pengacara terkemuka dunia, Uniswap telah mengajukan kasus yang menunjukkan bahwa usulan perubahan SEC melanggar undang-undang sekuritas, Konstitusi, dan hukum administrasi. Ammori menegaskan bahwa definisi SEC melampaui makna yang masuk akal, melanggar doktrin pemisahan kekuasaan, dan bahkan berpotensi memberikan keunggulan kompetitif yang tidak adil kepada perusahaan jasa keuangan tradisional dibandingkan pendatang baru di pasar.
Dalam suratnya kepada Vanessa Countryman, Sekretaris SEC, Verrilli atas nama Uniswap, menunjukkan implikasi luas dari proposal tersebut. Ia mengklaim usulan tersebut bisa diartikan secara luas sehingga bisa mencakup hampir semua teknologi yang memudahkan komunikasi, bahkan termasuk aplikasi seperti email atau WhatsApp.
Potensi Pelanggaran Diidentifikasi
Verrilli merinci beberapa area di mana usulan perubahan SEC bisa melanggar hukum. Dia menguraikan keyakinan bahwa SEC secara keliru menegaskan yurisdiksinya atas protokol DeFi yang dirancang untuk transaksi non-sekuritas, dan menyatakan bahwa interpretasi yang diusulkan Komisi terhadap Exchange Act tidak konstitusional.
Selain itu, ia berpendapat bahwa otoritas regulasi yang diklaim SEC dalam proposalnya melanggar prinsip pemisahan kekuasaan. Aturan yang diusulkan, menurut Verrilli, gagal memberikan pemberitahuan yang adil kepada pihak-pihak yang diatur, sehingga berpotensi melanggar Klausul Proses Hukum. Terakhir, ia mencatat bahwa SEC belum memberikan alasan yang memadai mengenai dampak proposal tersebut terhadap persaingan usaha atau memberikan tanggapan yang memadai terhadap komentar signifikan mengenai masalah ini.