Dengan meningkatnya minat terhadap pasar saham dan mata uang #Kripto baru-baru ini, kita dapat mengatakan bahwa salah satu pertanyaan yang paling menarik adalah masalah short-selling. Mari kita mulai dengan artikel kami di mana Anda dapat menemukan jawaban atas semua pertanyaan seperti apa itu shortselling, yang memungkinkan Anda menghasilkan uang dari pasar saat terjadi penurunan, dan apakah shortselling menurunkan saham?

Apa itu Penjualan Singkat?

Short sell adalah proses penjualan suatu aset (saham, komoditas, mata uang asing, cryptocurrency) yang sebenarnya tidak dimiliki. Proses ini sering digunakan oleh investor dengan harapan nilai suatu aset akan menurun.

Dalam transaksi penjualan singkat, investor terlebih dahulu meminjam aset tertentu, biasanya dari perusahaan pialang. Ia kemudian menjual aset pinjaman ini dengan harga pasar. Jika ekspektasi investor menjadi kenyataan dan harga aset tersebut turun, ia dapat membeli kembali aset yang sama dengan harga yang lebih rendah dan mengembalikannya kepada lembaga tempat ia meminjamnya.

Di akhir transaksi ini, investor memperoleh keuntungan sebesar selisih antara harga pertama kali ia menjual aset tersebut dan harga pembelian kembali aset tersebut kemudian.

Short sell merupakan metode strategis yang memungkinkan investor memperoleh keuntungan dari penurunan nilai aset. Namun short sell bisa menjadi strategi yang berisiko tinggi karena jika harga aset naik maka investor bisa mengalami kerugian yang besar.

Sekarang kita sudah menjawab pertanyaan apa itu shortselling, mari kita bahas tentang tujuan shortselling dan contohnya.

Misalnya, seorang investor yang meminjam saham dari perusahaan pialang dan menjualnya dengan harga 100 lira, terpaksa membeli kembali saham yang sama dengan harga lebih tinggi ketika harga aset tersebut naik menjadi 150 lira. Karena ia wajib memberikan saham yang dipinjamnya kepada perusahaan pialang. Dalam hal ini, investor kehilangan 50 lira.

Itu sebabnya shortselling sering digunakan oleh investor yang lebih berpengalaman yang melakukan analisis pasar dan strategi manajemen risiko tertentu. Namun bila digunakan dengan benar, shortselling dapat membantu investor mendiversifikasi portofolionya dan memaksimalkan potensi keuntungan.

Short Selling dalam Bitcoin dan Cryptocurrency

Transaksi shortselling juga dapat dilakukan dalam Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Hal ini biasanya dilakukan dengan harapan nilai mata uang kripto akan turun. Sekarang mari kita lanjutkan dengan contoh dari Bitcoin.

Jika seorang investor berpikir bahwa nilai Bitcoin akan turun, dia dapat melakukan short sell. Investor pertama kali meminjam Bitcoin dari perusahaan pialang atau bursa mata uang kripto.

Katakanlah nilai Bitcoin yang dipinjam ini saat ini adalah $50.000. Investor segera menjual Bitcoin yang dipinjam dan mendapat $50.000.

Jika ekspektasi investor menjadi kenyataan dan nilai Bitcoin turun, misalnya menjadi $40.000, investor membeli Bitcoin dalam jumlah yang sama seharga $40.000 dan mengembalikannya ke lembaga tempat ia meminjamnya.

Dalam hal ini, investor memperoleh keuntungan sebesar $10.000, yang merupakan selisih antara harga saat pertama kali ia menjual Bitcoin dan harga saat ia membelinya kembali.

Namun tidak boleh dilupakan bahwa jika nilai Bitcoin meningkat maka investor akan mengalami kerugian. Jika harga Bitcoin naik menjadi $60,000, investor harus membeli Bitcoin pada harga tersebut dan mengembalikan Bitcoin yang dipinjamnya. Dalam hal ini, investor akan kehilangan $10.000.

Dengan contoh ini, kita dapat mengatakan bahwa shortselling adalah transaksi yang berisiko dan memerlukan strategi yang cermat. Oleh karena itu, transaksi shortselling umumnya disukai oleh investor yang berpengalaman dan mampu membaca pasar dengan baik.

Apa Tujuan dari Short Selling?

Tujuan utama short sell adalah mendapatkan keuntungan dengan harapan harga suatu aset akan turun. Dengan kata lain, shortselling memungkinkan investor yang memperkirakan suatu aset tertentu akan kehilangan nilainya, untuk mendapatkan keuntungan dari hilangnya nilai tersebut.

Proses short sell didasarkan pada investor menjual aset yang dipinjam (seperti saham, Bitcoin) dengan harga saat ini, kemudian membeli aset tersebut dengan harga lebih rendah ketika nilainya turun dan mengembalikannya ke lembaga tempat ia meminjamnya.

Dengan cara ini, investor memperoleh keuntungan sebesar selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali aset tersebut.

Selain itu, tujuan shortselling lainnya adalah untuk meningkatkan efisiensi pasar. Efisiensi pasar berarti mencerminkan nilai aset yang sebenarnya.

Jadi, apakah shortselling menurunkan saham? Shortselling membantu mengoreksi harga aset yang dinilai terlalu tinggi. Hal ini meningkatkan efisiensi pasar dan menciptakan struktur pasar yang lebih sehat.

Namun short sell merupakan transaksi berisiko dan strategi yang harus dikelola secara hati-hati oleh investor. Jika harga aset naik daripada turun, investor harus membeli kembali aset yang dipinjam dengan harga lebih tinggi, sehingga menyebabkan kerugian.