Setiap tahun adalah Festival Qingming, dan setiap tahun adalah hari peringatan. Mengapa orang Tiongkok begitu mementingkan pemujaan terhadap nenek moyang mereka? Karena dalam kehidupan ini, hanya dengan berdiri di depan tugu seseorang dapat mengetahui dari mana asalnya dan ke mana tujuannya. Yang mati kembali ke akarnya, dan yang hidup mencari akarnya. Generasi yang lalu lalang, perjalanan hidup yang terbalik, kita mengikuti jejak nenek moyang kita, barulah kita dapat memahami bagaimana tradisi keluarga diwariskan dan bagaimana keluarga berubah. Betapapun banyaknya cabang dan rimbunnya daun, hanya ada satu akar yang mampu mencapai bumi. Inilah makna lain mengenang nenek moyang kita, tidak melupakan asal muasal dan mengetahui darimana kita berasal, akan memberikan kita acuan untuk masa depan. Pada saat upacara menyapu makam dan memberi penghormatan kepada leluhur, hati kita menjadi tenang dan jiwa kita mempunyai rumah. Memperjelas prinsip-prinsip kehidupan dan memahami kebingungan kematian. Tidak ada festival lain yang menyatukan dua tema kehidupan secara harmonis seperti Qingming. Melihat ke belakang dalam perjalanan pulang, kami mencari asal usul kami dan menghormati leluhur kami dengan hati yang bersyukur; menantikan jalan di depan, kami berlari menuju harapan dengan gembira.