Saham Ford Motor Company yang mencapai $100 tampaknya merupakan tugas yang berat, mengingat hal itu memerlukan kenaikan 7,3x dari harga saat ini. Tingkat harga tertinggi yang pernah dicapai saham Ford adalah $35,5 pada tahun 1999. Dorongan perusahaan terhadap kendaraan listrik (EV) dan langkah-langkah pemotongan biaya dapat menjadi katalis pertumbuhan potensial. Namun, kendala seperti gangguan rantai pasokan, persaingan yang ketat di pasar kendaraan listrik, dan kondisi ekonomi yang buruk dapat menghambat kemajuannya.

Mustang Mach-E milik perusahaan, sebuah SUV serba listrik, telah menerima ulasan positif dan berkontribusi terhadap perluasan kehadiran pasar kendaraan listrik Ford. Selain itu, kemitraan Ford dengan Tesla untuk menggunakan jaringan pengisian daya yang luas dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik Ford secara signifikan.

Upaya Ford untuk merombak jajaran produknya, termasuk memperkenalkan all-new Ford F-150 Lightning, versi listrik dari truk pikap populernya, telah menarik perhatian. Perusahaan juga telah menerapkan langkah-langkah pemotongan biaya, termasuk mengurangi tenaga kerja dan fokus pada operasi inti, untuk meningkatkan profitabilitas.

Namun, industri otomotif global menghadapi gangguan signifikan dalam rantai pasokan, terutama akibat pandemi Covid dan kekurangan semikonduktor. Ford, seperti pabrikan lainnya, mengalami penundaan produksi dan berkurangnya persediaan kendaraan. Selain itu, Ford menghadapi persaingan yang ketat dari pemain lama dan pendatang baru di pasar kendaraan listrik.

Faktor makroekonomi, seperti suku bunga tinggi, belanja konsumen, potensi resesi, dan kondisi pasar secara keseluruhan, dapat mempengaruhi harga saham secara signifikan. Perubahan peraturan atau penerapan kebijakan baru dapat berdampak pada operasional produsen mobil dan berpotensi meningkatkan biaya.

Kesimpulannya, meskipun Ford berpotensi mencapai $100 per saham, Ford menghadapi tantangan signifikan yang dapat menghambat pertumbuhan harga sahamnya.