Web2 dan Web3 merujuk pada tahap atau iterasi yang berbeda dari internet dan teknologi dasar yang mendukungnya. Mari kita eksplorasi karakteristik kunci dan perbedaan antara Web2 dan Web3:

Web2 (Web 2.0):

Web2, yang juga dikenal sebagai generasi kedua dari internet, mewakili keadaan saat ini dari internet yang muncul pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Ini ditandai dengan fitur-fitur berikut:

- Arsitektur Terpusat: Web2 bergantung pada server dan infrastruktur terpusat yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi besar. Entitas-entitas ini mengendalikan platform, aplikasi, dan data, yang mengarah pada konsentrasi kekuasaan dan kontrol.

- Konten yang Dihasilkan Pengguna: Web2 memperkenalkan platform yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten, yang mengarah pada munculnya media sosial, blogging, dan platform berbagi video. Pengguna dapat berinteraksi dan berkolaborasi di platform ini tetapi tidak memiliki kepemilikan dan kontrol penuh atas data mereka.

- Model Klien-Server: Web2 beroperasi pada model klien-server di mana klien (peramban web atau aplikasi) meminta dan menerima data dari server terpusat. Server menyimpan dan memproses data, dan klien menampilkan informasi kepada pengguna.

- Kurangnya Interoperabilitas: Platform Web2 sering beroperasi secara terpisah, dengan interoperabilitas dan portabilitas data yang terbatas antara aplikasi yang berbeda. Ini membatasi aliran dan berbagi informasi yang mulus di seluruh platform.

Web3 (Web 3.0):

Web3 mengacu pada visi dan pengembangan generasi berikutnya dari internet, yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan Web2. Ini berpusat pada prinsip-prinsip berikut:

- Desentralisasi: Web3 menekankan desentralisasi, beralih dari konsentrasi kekuasaan di tangan beberapa entitas. Ini memanfaatkan teknologi blockchain dan protokol terdesentralisasi untuk memungkinkan interaksi peer-to-peer, menghilangkan kebutuhan akan perantara dan mempromosikan kepercayaan serta transparansi.

- Kontrol Pengguna dan Kepemilikan Data: Web3 memberdayakan pengguna dengan memberikan mereka kepemilikan dan kontrol atas data mereka. Pengguna dapat memutuskan bagaimana data mereka dibagikan dan diakses, dan mereka dapat berpotensi memonetisasi data mereka sendiri melalui platform terdesentralisasi.

- Interoperabilitas: Web3 bertujuan untuk membangun interoperabilitas antara platform dan aplikasi yang berbeda. Ini membayangkan ekosistem yang terhubung di mana data dan layanan dapat berinteraksi dan dibagikan secara mulus di berbagai aplikasi terdesentralisasi (DApps).

cont'd 👇👇👇👇

#teknologi #data #berbagi #pengembangan #mediasosial #arsitektur #kekuatan #konten #video #blockchain #infrastruktur #blogging #BinanceTournament