Menurut survei Bloomberg Market Live Pulse terhadap investor profesional dan ritel, 90% dari 288 responden percaya bahwa perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa terus menaikkan harga produk fisik sejak merebaknya epidemi pada tahun 2020. Lonjakan markup korporasi dan tingginya margin keuntungan telah menimbulkan kekhawatiran sebagai potensi penyebab inflasi. Sebagian besar peserta survei sepakat bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat merupakan respons yang tepat terhadap kenaikan harga yang didorong oleh keuntungan.​

Meskipun beberapa pihak mengusulkan solusi alternatif, seperti menggunakan tarif pajak perusahaan untuk memerangi pencungkilan harga dan memperketat aturan antimonopoli, sebagian besar responden memperkirakan margin akan turun kembali ke tingkat sebelum pandemi. Sebagian besar juga percaya bahwa apa yang disebut “inflasi serakah,” di mana perusahaan menaikkan harga mereka lebih dari yang diperlukan, tidak mungkin menyebabkan inflasi yang berkepanjangan, dengan inflasi diperkirakan akan kembali ke 2% dalam dua tahun ke depan. (Bloomberg)