Pasar mata uang kripto menghadapi kendala peraturan dan masalah kepatuhan di Amerika Serikat, khususnya yang berdampak pada Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC). Dalam gugatan baru-baru ini terhadap Binance, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengklasifikasikan beberapa cryptocurrency terkemuka, termasuk Cardano, sebagai sekuritas. Namun, CEO Cardano Foundation tidak setuju dengan klasifikasi ini, menyoroti kebutuhan mendesak akan kejelasan peraturan dalam industri kripto.
Cardano Foundation Menantang Klasifikasi Keamanan ADA
Cardano Foundation, platform blockchain yang berpengaruh, telah menyatakan ketidaksetujuannya dengan klasifikasi SEC atas ADA sebagai keamanan. Frederik Gregaard, CEO Cardano Foundation, menekankan pentingnya mencapai kejelasan dan kepastian hukum dengan melibatkan regulator dan pembuat kebijakan. Sementara itu, Ketua SEC Gary Gensler secara konsisten menyatakan bahwa sebagian besar aset kripto adalah sekuritas, kecuali Bitcoin (BTC).
Laporan Bloomberg menunjukkan bahwa aset-aset ini dianggap sebagai kontrak investasi dan harus didaftarkan pada badan tersebut. Ripple, perusahaan blockchain lainnya, telah terlibat dalam perselisihan hukum dengan SEC, dituduh menerbitkan dan menjual token XRP secara ilegal, yang dipandang SEC sebagai keamanan dan bukan komoditas.
Tuntutan Hukum SEC dan Potensi Penghapusan Pencatatan Robinhood
SEC baru-baru ini mengajukan tuntutan hukum terhadap bursa kripto besar, termasuk Binance dan Coinbase, dengan tuduhan bahwa mereka menawarkan aset digital seperti Cardano, Solana, Polygon, dan Binance Coin tanpa registrasi yang tepat sebagai sekuritas. Akibatnya, cryptocurrency populer seperti Cardano, Solana, dan Polygon menghadapi kemungkinan dihapus dari platform perdagangan Robinhood.
Robinhood telah mengindikasikan kesediaannya untuk menghapus token yang terlibat dalam gugatan SEC terhadap Binance dan Coinbase. Jika mata uang kripto ditetapkan sebagai sekuritas dan tetap tidak terdaftar di SEC, bursa yang berbasis di AS seperti Robinhood tidak dapat secara hukum memfasilitasi perdagangan token tersebut. Akibatnya, Robinhood mungkin harus menghapus mata uang kripto ini untuk mematuhi undang-undang sekuritas AS.
Perjalanan Cardano tentang Robinhood dan Penawaran Kripto yang Lebih Luas
Pada bulan September 2022, Robinhood, broker online yang terdaftar di Nasdaq, memperluas dukungannya untuk mata uang kripto ADA yang terkait dengan blockchain Cardano. Langkah ini adalah bagian dari strategi Robinhood yang lebih luas untuk memperkuat kehadirannya di dunia mata uang kripto, menyusul diperkenalkannya perdagangan kripto di platformnya pada awal tahun 2018.
Namun, laporan sebelumnya menyoroti potensi risiko Cardano dihapus dari Robinhood. Platform ini saat ini sedang mempertimbangkan penghapusan pencatatan mata uang kripto yang dianggap SEC sebagai sekuritas tidak terdaftar, termasuk Solana, Cardano, dan Polygon.
Ketika industri kripto bergulat dengan tantangan peraturan, mencapai kejelasan dan kepastian peraturan menjadi suatu keharusan. Penting bagi para pelaku industri dan badan pengatur untuk terlibat dalam diskusi berkelanjutan guna mencapai keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan. Klasifikasi mata uang kripto sebagai sekuritas atau komoditas memiliki implikasi signifikan terhadap perdagangan dan pencatatannya di berbagai platform.
Kesimpulan
Ketidaksepakatan antara Cardano Foundation dan SEC mengenai klasifikasi keamanan Cardano (ADA) menyoroti tantangan regulasi yang sedang dihadapi oleh pasar mata uang kripto di Amerika Serikat. Potensi penghapusan ADA dan mata uang kripto lainnya dari Robinhood semakin menekankan kekhawatiran kepatuhan seputar aset digital ini. Mencapai kejelasan dan kepastian peraturan sangat penting untuk mendorong inovasi sekaligus memastikan perlindungan investor. Dialog berkelanjutan antara pelaku industri dan badan pengatur sangat penting dalam menavigasi lanskap peraturan mata uang kripto yang kompleks.
