Salah satu pendiri Terra, Do Kwon, meminta layanan firma hukum global Dentons menyusul kasus pemalsuan paspor, dan permintaan ekstradisi di Montenegro.
Denton telah menjadi firma hukum global berperingkat tinggi, dan akan membantu Do Kwon dalam perjuangan hukumnya.
Mengatasi tantangan hukum
Salah satu pendiri Terra, Do Kwon, yang terlibat dalam kasus pemalsuan paspor di Montenegro, menghadapi kemunduran ketika pengadilan mencabut jaminannya. Jaksa berhasil berargumen bahwa Do Kwon menimbulkan risiko penerbangan, dan menganggap jumlah uang jaminan awal tidak cukup untuk menjadi tahanan rumah.
Ketika diskusi seputar potensi ekstradisinya semakin intensif, Do Kwon meminta bantuan ahli hukum dari Dentons, sebuah firma hukum terkemuka dan terkenal, untuk menangani dakwaan yang dihadapinya di Amerika Serikat.
Dikenal karena bakat hukumnya, Dentons mengklaim sebagai firma hukum terbesar di dunia, berkat banyaknya profesional hukum yang bekerja di bawah benderanya.
Klaim ini tampaknya didukung oleh GCR 100, sebuah publikasi terkenal dari Global Competition Review, yang menyediakan daftar lengkap firma hukum terkemuka di dunia.
Anda mungkin juga menyukai: Anggota parlemen mengatakan Rusia tidak akan mengembangkan pertukaran kripto milik negara
Ini bukan pertama kalinya saran diminta dari Dentons. Pada tahun 2021, perusahaan tersebut berhasil menerima tantangan panggilan pengadilan yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sebagai bagian dari penyelidikannya terhadap Mirror Protocol.
Belakangan, Dentons melanjutkan perwakilan hukumnya pada tahun 2022 dengan mewakili Do Kwon dalam gugatan class action yang dibuka di Pengadilan Tinggi Singapura.
Mengambil positioning yang lebih strategis
Dengan perwakilan hukum Dentons yang tangguh, Do Kwon kini berada dalam posisi untuk menghadapi tuntutan hukum yang dihadapinya, dengan tanggal persidangan berikutnya ditetapkan pada 16 Juni.
Keterlibatan Dentons, yang terkenal karena keahlian dan sumber dayanya yang melimpah, kemungkinan besar akan memperkuat strategi pertahanan Do Kwon. Meskipun demikian, sebagian besar hasil dari kasus ini masih belum diketahui.
Pada saat yang sama, salah satu pendiri Terra, Daniel Shin, bersiap menghadapi persidangan pertamanya di Pengadilan Distrik Selatan Seoul. Menunjukkan komitmen kuat bahwa dirinya tidak bersalah, Shin telah membentuk tim yang terdiri dari 30 pengacara, termasuk seorang mantan jaksa yang berpengalaman dalam menyelidiki keruntuhan Terra-LUNA.
Baca selengkapnya: Jaksa AS mengumpulkan bukti termasuk kode dan jutaan halaman email melawan bos FTX
