Mungkin ada tempat yang lebih baik untuk menggunakan kripto favorit Anda sebagai pembayaran selain pulau Bali yang indah di Indonesia. Pemerintah Bali baru-baru ini meningkatkan upayanya untuk mencegah pengunjung menggunakan kripto sebagai pembayaran, dengan menekankan bahwa hanya mata uang fiat negara tersebut yang akan diakui sebagai uang legal. .
Menurut kantor berita Antara, Gubernur Wayan Koster dikabarkan memberikan pesan tegas, memperingatkan bahwa mereka yang tetap menggunakan uang digital sebagai alat pembayaran akan dikenakan sanksi berat. Tindakan ini menunjukkan komitmen teguh pemerintah dalam melindungi status quo moneter di Indonesia.
Tanpa Kripto: Konsekuensi hukum bagi negara asing
Pemerintah Bali menindak keras wisatawan yang memilih membayar sesuatu dengan Bitcoin. Mereka mengingatkan masyarakat bahwa hanya rupiah Indonesia yang merupakan mata uang sah di negara tersebut. Mereka yang melanggar aturan ini bisa dipenjara hingga satu tahun dan harus membayar denda hingga 200 juta rupiah, yaitu sekitar $13,300.
🚨 MENGEJUTKAN: 🇮🇩 Peringatan Aneh Gubernur Bali kepada Wisatawan: #PembayaranKripto Akan Ditangani DENGAN TEGAS!" 😱Sebuah utas 🧵 pic.twitter.com/JCdh2qBpLl
— Keyur Rohit (@CryptoKingKeyur) 29 Mei 2023
Sebelum pandemi COVID-19 pada tahun 2020, lebih dari 6 juta wisatawan asing mengunjungi Bali. Banyak orang membayar hotel, restoran, dan tempat wisata dan membeli dengan kripto.
Masalah ini diungkapkan Koster dalam konferensi pers pengembangan pariwisata, Minggu. Ia menekankan akibat yang akan menimpa wisatawan asing yang berbuat ulah, melanggar aturan izin visa, membayar dengan kripto, atau melanggar undang-undang lainnya. Komentar gubernur menunjukkan bahwa pemerintah bertekad untuk mempertahankan rupiah sebagai satu-satunya mata uang resmi Indonesia.
Dalam konferensi pers tersebut, hadir Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra dan beberapa pihak yang berkepentingan dengan pertumbuhan pariwisata dan penegakan aturan. Indonesia memiliki pembatasan mata uang yang ketat, dengan denda atau penjara jika menggunakan uang selain rupiah.
Selain itu, perusahaan valuta asing juga memperingatkan. Mereka yang beroperasi tanpa izin dari bank resmi daerah tersebut akan menghadapi hukuman penjara dan denda $1,4 juta. Beberapa orang di komunitas kripto mengatakan bahwa larangan tersebut “masuk akal,” sementara yang lain mengatakan mereka tidak akan mengunjungi kembali tempat wisata populer tersebut.
Di Reddit, seorang anggota komunitas mengatakan bahwa cara bisnis dan pengguna membayar harus terserah mereka. Redditor terus mengatakan bahwa jika kedua belah pihak siap mengambil risiko menggunakan kripto sebagai pembayaran, transaksi harus diizinkan untuk dilanjutkan.
Wisatawan tidak senang dengan larangan pembayaran kripto di Bali. Komunitas tersebut mengungkapkan berbagai pendapat, beberapa orang menyatakan bahwa larangan tersebut wajar, sementara yang lain bahkan mempertimbangkan kembali rencana liburan mereka. pic.twitter.com/vUDzPm05kB
— TRIPTI CHAUHAN 🐦(TC) (@crypto_tripti) 29 Mei 2023
Di sisi lain, pengguna Reddit lainnya menilai larangan tersebut baik untuk Indonesia. Anggota komunitas tersebut mengatakan bahwa mata uang negara tersebut naik karena uang yang diberikan oleh wisatawan. Hal ini membuat nilai koin tetap stabil. Meski begitu, Redditor menyatakan mereka tidak setuju dengan larangan tersebut.
Gubernur Bali menargetkan perusahaan kripto
Keputusan Gubernur Bali baru-baru ini merupakan tanggapan langsung terhadap laporan investigasi mendalam di Kompas, yang secara luas dianggap sebagai surat kabar terbaik di negeri ini. Cerita ini menyoroti tren yang mengkhawatirkan dengan mengatakan bahwa beberapa bisnis di Bali menerima pembayaran kripto.
Rupanya ada kafe dengan tema terkait kripto, pusat meditasi yang menerima pembayaran kripto, dan bahkan perusahaan yang menyewakan sepeda motor dan menerima kripto sebagai pembayaran.
Penggunaan kripto sebagai alat pembayaran yang sah tetap dilarang meskipun kepemilikan dan pertukarannya tidak ilegal di Indonesia. Namun, temuan laporan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Bali mengabaikan larangan ini.
Pernyataan laporan tersebut mendapat dukungan dari data dari Coinmap, sebuah upaya berbasis komunitas yang mencoba memetakan perusahaan yang menerima kripto. Berdasarkan penelitian mereka, sudah ada 36 bisnis di Bali yang menerima kripto sebagai pembayaran.
Pulau Bali sangat bergantung pada industri pariwisata. Menurut penelitian, pendapatan wisatawan menyumbang lebih dari 28% PDB Bali. Perekonomian lokal diuntungkan karena lebih banyak peluang dan lapangan kerja tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan pendapatan mungkin terjadi jika wisatawan berhenti berkunjung ke negara tersebut.


