Dalam serangkaian perkembangan terkini, bursa mata uang kripto Binance telah mengumumkan penghapusan dan penghentian perdagangan pada beberapa pasangan perdagangan spot, termasuk aset digital populer seperti Apecoin dan Shiba Inu, yang dipasangkan dengan Dolar Australia (AUD). Penghapusan aktivitas perdagangan spot aset tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2023 pukul 06:00 (UTC).
Pasangan perdagangan spot yang akan terpengaruh termasuk ADA/AUD, AUD/BUSD, AUD/USDT, BNB/AUD, BTC/AUD, DOGE/AUD, ETH/AUD, GALA/AUD, MATIC/AUD, SOL/AUD, dan XRP/AUD.
Selain itu, Binance sebelumnya telah mengumumkan penghapusan pasangan dagang lainnya, yaitu APE/AUD, AVAX/AUD, AXS/AUD, DOT/AUD, FTM/AUD, LINK/AUD, SAND/AUD, dan SHIB/AUD. Penghapusan ini akan mulai berlaku pada 26 Mei.
Binance menyebutkan bahwa mereka akan menghentikan layanan Bot Perdagangannya untuk pasangan yang disebutkan. Pengguna yang telah menggunakan bot perdagangan untuk pasangan tertentu disarankan untuk memperbarui atau membatalkan bot perdagangan mereka sebelum penghentian layanan ini. Dengan demikian, pengguna dapat menghindari potensi kerugian yang mungkin timbul akibat penghentian layanan Bot Trading.
Perubahan pada pasangan perdagangan dan penghentian layanan Bot Perdagangan ini terjadi setelah masalah baru-baru ini yang dihadapi oleh operasi Binance di Australia. Hanya beberapa hari sebelum pengumuman ini, Binance mengungkapkan bahwa mereka tidak akan lagi memproses deposit PayID Dolar Australia untuk penggunanya. Keputusan tersebut dikaitkan dengan penyedia layanan pembayaran pihak ketiga Cuscal, yang telah berhenti menyediakan layanannya ke platform tersebut.
Menambah komplikasi, Westpac, bank tertua di Australia, kemudian memberlakukan larangan transaksi mata uang kripto di bursa tertentu. Beberapa orang dalam industri percaya bahwa Binance termasuk di antara bursa yang terkena dampak. Meningkatnya pengawasan dari lembaga keuangan dan regulator di Australia telah menimbulkan kekhawatiran tentang kepatuhan terhadap peraturan lokal untuk Binance.
Faktanya, Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) telah memulai penyelidikan terhadap praktik kepatuhan Binance. Bursa tersebut telah secara sukarela membatalkan lisensi derivatifnya dengan regulator keuangan pada bulan April, dengan alasan keputusan strategis.
Perkembangan terkini ini menyoroti tantangan yang dihadapi Binance dalam menavigasi lanskap peraturan dan mengatasi masalah operasional di berbagai yurisdiksi. Binance tetap menjadi pemain terkemuka dalam industri mata uang kripto dan memiliki basis pengguna global. Pertukaran ini terus berupaya menyediakan lingkungan perdagangan yang aman dan andal bagi penggunanya sambil beradaptasi dengan persyaratan peraturan yang terus berkembang.
Sumber: https://azcoinnews.com/binance-continues-delisting-with-11-more-australian-dollar-trading-pairs-following-removal-of-8-pairs.html




