Penulis keuangan J.P. Koning mencatat bahwa celah stablecoin dapat memungkinkan lembaga keuangan untuk melewati peraturan anti pencucian uang. Ambil contoh PayPal. Platform pembayaran tradisionalnya memerlukan kontrol anti pencucian uang yang ketat, sedangkan platform stablecoin baru PayPal USD memiliki kontrol anti pencucian uang yang relatif longgar. Melalui PayPal USD, pengguna dapat melakukan transaksi tanpa verifikasi identitas. Koning percaya bahwa jika lembaga keuangan mengalihkan pelanggan dari platform tradisional ke platform stablecoin, biaya kepatuhan akan berkurang dan pendapatan akan meningkat. Namun, pendekatan ini dapat melemahkan kemampuan anti pencucian uang sistem keuangan.