Influencer kripto Eunice D. Wong baru-baru ini dikecam karena mempromosikan memecoin penipuan yang dikenal sebagai ThaddeusToken, yang menimbulkan kehebohan di komunitas kripto. Pertanyaan itu muncul kembali setelah seorang detektif penipuan kripto melaporkan masalah tersebut.
ZachXBT mengklaim bahwa memecoin yang menggunakan Squidward — karakter populer dari serial animasi Spongebob Squarepants — sebagai maskotnya adalah penipuan honey pot.
Tweet-nya tentang insiden tersebut mengkritik Wong atas dukungannya terhadap token tersebut. Tweet-nya memicu gelombang reaksi keras terhadap Wong, yang memiliki jumlah pengikut lebih dari 126.000 di Twitter.
Thaddeus dikenali sebagai honey pot oleh CoinBrain, yang menjelaskan bahwa kontrak pintarnya berisi kode berbahaya yang memungkinkan hanya dompet pemilik kontrak untuk menarik dana dari kumpulan likuiditas koin.
GeckoTerminal juga menyoroti bahwa token tersebut memiliki pajak penjualan sebesar 100%, yang berarti bahwa penjualan token akan mengakibatkan hilangnya seluruh saldo.
Anda mungkin juga menyukai: Situs HitBTC dikloning, $15 juta dalam bentuk kripto dicuri oleh penipu
Menanggapi kritik tersebut, Wong meminta maaf dan mengakui kegagalannya dalam melakukan uji tuntas yang memadai sebelum mempromosikan token tersebut. Ia juga menawarkan untuk mengganti kerugian para korban penipuan yang dituduhkan.
“Pembaruan: Eunice akan mengembalikan uang korban penipuan. Saya telah memverifikasi dua korban yang telah menerima pengembalian uang secara penuh. Silakan kirim DM kepadanya jika Anda menjadi korban. Senang melihat dia membuat keputusan yang tepat dengan mengembalikan uang.”
ZachXBT.
Wong sendiri juga menyampaikan permintaan maaf di profil Twitter-nya, dan menegaskan kembali bahwa dia akan “memulihkan kerugian kepada orang-orang yang mengirim DM.”
Namun, ini bukan pertama kalinya Wong menghadapi tuduhan terkait dukungan kripto yang dilakukannya. Pada bulan Juni, ia terlibat dalam kontroversi yang melibatkan skema pump and dump dengan token berkapitalisasi pasar rendah Covesting (COV).
Wong mempromosikan token tersebut melalui tweet, dan hanya 12 menit kemudian mengumumkan secara publik bahwa ia telah menjualnya dengan keuntungan 102%. Kontroversi terkini yang melibatkan Wong menggarisbawahi tantangan yang lebih luas di pasar kripto, khususnya pengaruh tokoh-tokoh terkenal terhadap investor pemula.
Ini juga berfungsi sebagai kisah peringatan, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya uji tuntas sebelum berinvestasi dalam mata uang kripto apa pun, tidak peduli siapa yang mempromosikannya.
Baca selengkapnya: Andrew Tate menyerang anak-anak kripto, mendapat dosis obatnya sendiri
