1. Risiko fluktuasi pasar: Pasar mata uang digital sangat fluktuatif, dan harga bisa tiba-tiba turun atau naik tajam, sehingga mengakibatkan kerugian dalam kontrak perdagangan.

2. Mekanisme pengendalian risiko yang tidak sempurna: Mekanisme pengendalian risiko pada platform perdagangan mata uang digital mungkin memiliki celah dan tidak dapat mendeteksi serta menangani risiko secara tepat waktu.

3. Risiko leverage kontrak: Transaksi kontrak mata uang kripto sering kali menggunakan perdagangan leverage. Ketika perubahan pasar melebihi ekspektasi, hal ini dapat menyebabkan likuidasi kontrak, sehingga meningkatkan risiko kerugian.

4. Risiko keamanan platform perdagangan: Platform perdagangan mata uang digital mungkin mengalami serangan peretas, kegagalan sistem, dan masalah keamanan lainnya, yang mengakibatkan kerugian pada properti pengguna.

5. Faktor force majeure: Transaksi kontrak mata uang digital dipengaruhi oleh faktor force majeure seperti kebijakan dan peraturan, yang dapat mengakibatkan pembatasan atau larangan transaksi, sehingga membuat pedagang menghadapi risiko.

Tip C3: Pandangan, pemikiran dan opini yang diungkapkan di sini adalah sepenuhnya milik penulis. Artikel ini tidak berisi opini atau rekomendasi investasi. Setiap investasi dan transaksi melibatkan risiko. Ada tiga bidang investasi: melihat, memahami, dan memegang. Kewirausahaan juga memiliki tiga ranah: berpikir, berbuat, dan menyelesaikan. Setiap level terlihat hampir sama di atas kertas, namun kenyataannya jauh berbeda. Setiap level dapat menghilangkan lebih dari 90% orang.