Jika kripto dapat memberikan dampak positif bagi pengusaha lokal seperti Aisha, maka kita sedang menuju ke arah yang benar. - Emmanuel Nwanja, MD dari Agen Pemasaran VitroWire Web3

Dalam beberapa tahun terakhir, Afrika mengalami lonjakan penggunaan mata uang kripto, didorong oleh beberapa faktor, termasuk inflasi, rendahnya penetrasi perbankan, dan pengiriman uang.
Namun, penggunaan kripto di Afrika dibatasi oleh sulitnya mengubahnya menjadi mata uang fiat, yang masih menjadi bentuk pembayaran dominan di benua tersebut.
Di sinilah kemunculan Web3, dengan janji integrasi kripto dan fiat yang mulus, akan merevolusi lanskap keuangan Afrika.
Janji Teknologi Web3 di Afrika
Penerapan teknologi Web3 di Afrika telah mengubah lanskap keuangan di benua ini, sehingga memudahkan para pelaku bisnis untuk bertransaksi satu sama lain dan bagi individu untuk mengakses layanan keuangan.
Dengan munculnya startup seperti Swyype, saya melihat awal dari transformasi yang terus berkembang, seiring dengan semakin dekatnya kesenjangan antara penggunaan mata uang kripto dan mata uang fiat.
Mari Bicara Tentang Aisha
Aisha adalah pemilik usaha kecil di Lagos, Nigeria.
Dia telah menjalankan bisnis selama lebih dari satu dekade, menjual kerajinan tangan di pasar lokal. Namun, ia selalu kesulitan mengakses layanan perbankan formal, karena banyak bank memerlukan dokumentasi dan jaminan yang signifikan untuk pinjaman dan produk keuangan lainnya.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Aisha telah berhasil membangun bisnis yang sukses, sebagian berkat dukungan komunitasnya dan ketahanan yang merupakan ciri khas kewirausahaan Nigeria.
Namun, ia merasa dibatasi oleh kurangnya akses terbuka terhadap layanan keuangan formal, sehingga menyulitkannya untuk mengembangkan bisnisnya secara eksponensial dan memanfaatkan peluang baru.
Swyype: Startup Kripto yang Berfokus di Afrika Memimpin Tantangannya
Baru-baru ini saya menemukan perusahaan yang memimpin dalam bidang ini sebagai startup kripto yang berfokus di Afrika, Swyype (diucapkan /swipe/).
Startup Web3 tampaknya telah menemukan cara untuk meretas adopsi kripto di kalangan penduduk lokal Web2 di Nigeria saat mereka mengembangkan kartu debit sederhana yang memungkinkan Anda beralih dengan mulus antara transaksi kripto dan fiat, sehingga memudahkan pembelanjaan aset digital di pedagang yang hanya menerima atau memproses transaksi fiat.

Cara Kerja Kartu Debit Swyype
Kartu debit Swyype ditautkan ke dompet kripto perusahaan, yang mendukung Bitcoin, Ethereum, dan beberapa mata uang kripto lainnya.
Pengguna dapat mendanai kartu mereka menggunakan kepemilikan kripto atau fiat, dan kemudian menggunakannya untuk menarik uang tunai atau melakukan pembelian di pedagang yang menerima kartu ATM reguler seperti Visa atau Mastercards, yang mencakup sebagian besar pengecer di Afrika.
Swyype tampaknya juga memudahkan pengguna untuk mengubah kepemilikan kripto mereka menjadi mata uang fiat, baik dengan menarik uang tunai langsung dari ATM atau dengan mentransfer dana ke rekening bank mereka.
Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi industri kripto Afrika, yang telah lama bergelut dengan masalah integrasi pengguna lokal, likuiditas, dan konversi aset digital menjadi dana yang dapat digunakan.
Masa Depan Web3 di Afrika
Penerapan teknologi Web3 di Afrika masih dalam tahap awal, namun potensi pertumbuhannya sangat besar.
Dengan munculnya startup Web3 seperti Swyype, kita melihat dimulainya era baru inklusi dan aksesibilitas keuangan nyata, yang akan membawa jutaan orang Afrika ke dalam sistem keuangan global dan membuka jalan bagi adopsi teknologi Web3 yang lebih luas.
