Kata pengantar

Pada artikel ini, Little Penguin Api akan memperkenalkan Anda pada Teori Pasar Lelang (AMT, atau diterjemahkan sebagai Teori Pasar Penawaran) dan membantu Anda memahami prinsip pengoperasian pasar dan likuiditas pesanan. Teori pasar lelang merupakan aliran analisis teknikal. Konsep ini dapat digunakan sebagai prinsip dasar MP (Market Profile) dan VP (Volume Profile), serta dapat menjadi bantuan yang lebih mendalam untuk pembelajaran TPO (Time-Price Optunity) selanjutnya. Wakil Presiden.

Prinsip Teori Pasar Lelang

Konsep utama teori pasar lelang adalah bahwa pasar keuangan tidak berbeda dengan situs lelang lainnya. Terdapat pembeli dan penjual yang berdagang di pasar setiap saat. Dalam model teoritis ini, tujuan utama pasar adalah:

  1. Realisasikan transaksi dalam proses lelang dua arah – jual beli

  2. Mencari nilai wajar untuk aset

Gambar 1. Proses lelang dua arah

Teori pasar lelang menyajikan proses ini melalui dinamika penawaran dan permintaan serta perilaku harga. Dari segi alatnya, kita dapat menggunakan bentuk MP atau VP untuk mendeskripsikan teori pasar lelang, dimana kita akan menggunakan area satu deviasi standar (sekitar 68%) dari distribusi berbentuk lonceng sebagai area nilai.

Gambar 2. Distribusi berbentuk lonceng disebut juga distribusi normal, distribusi normal yaitu distribusi normal

Konsep kunci teori pasar lelang

Pertama, mari kita pahami tiga elemen kunci penting dalam teori pasar lelang, yaitu:

  1. Harga: Mengiklankan transaksi di pasar, seperti harga pembelian yang wajar

  2. Waktu: peluang untuk menyesuaikan harga, seperti menilai titik pembelian berdasarkan waktu

  3. Volume Volume: Mengukur keberhasilan atau kegagalan lelang

Selanjutnya kita membagi pasar menjadi dua jenis:

  1. Keseimbangan pasar seimbang: Dalam pasar seimbang, pembeli dan penjual mencapai konsensus mengenai harga dan bersedia membeli dan menjual pada harga saat ini. Sebab, mereka meyakini harga saat ini wajar (fair). Pasar yang seimbang biasanya menunjukkan fluktuasi kecil, sedikit perubahan harga, dan pasar bergejolak. Melalui MP atau VP kita bisa dengan cepat menemukan harga yang wajar tersebut, dan biasanya distribusi saat ini juga akan mendekati distribusi berbentuk lonceng.

  1. Pasar yang tidak seimbang: Pasar yang tidak seimbang adalah kebalikan dari pasar yang seimbang. Pelaku pasar terpecah mengenai harga yang wajar, dengan satu sisi lebih agresif dan menyebabkan pasar menjadi tren.

Gambar 3. Keseimbangan dan Ketidakseimbangan adalah keadaan pasar yang berbeda

Secara umum, pasar hanya mengalami tren (tidak seimbang) sekitar 20% dari keseluruhan waktu, dan berfluktuasi atau berkonsolidasi (seimbang) sebanyak 80% dari keseluruhan waktu. Dalam hal perilaku harga, begitu pasar memasuki harga yang wajar, pasar akan cenderung tetap seimbang dan melakukan eksplorasi dalam kisaran harga yang wajar tersebut. Dan jika pasar dalam keadaan tidak seimbang, biasanya akan menjelajah ke atas atau ke bawah hingga berhenti. Biasanya posisi pemberhentian akan berada dalam kisaran harga yang wajar di masa lalu.

Gambar 4. Contoh keseimbangan dan ketidakseimbangan

ringkasan

Artikel ini memberikan pengenalan mendalam tentang konsep dasar teori pasar lelang. Sebagai prinsip dasar pasar keuangan dan likuiditas pesanan, teori pasar lelang mencakup faktor-faktor seperti harga, waktu, dan volume perdagangan, dan membagi pasar menjadi dua jenis utama: pasar seimbang dan pasar tidak seimbang. Melalui pemahaman konsep-konsep ini, kami akan menyebutkan aktivitas pasar dan prinsip penerapannya di halaman berikut. Isi pembelajaran berikut ini adalah menguasai keterampilan dasar TPO dan VP, melengkapi salah satu bagian penting dari puzzle bagi kita untuk mempelajari order flow.

Catatan: Isi artikel ini sebagian besar berasal dari TradingRiot. Jika Anda perlu membaca teks aslinya, silakan cari secara online.