Ilmu ekonomi berada di titik puncak revolusi kuantum, begitulah keyakinan David Orrell, seorang ahli matematika dan penulis dengan gelar PhD Oxford. Orrell melemparkan granat ke dalam bidang ekonomi klasik, dengan alasan bahwa masa depan adalah kuantum. Ini adalah klaim yang berani, yang mungkin akan menimbulkan keheranan atau bahkan menimbulkan kecurigaan di antara mereka yang belum tahu. Lagi pula, istilah “kuantum” telah begitu banyak dibicarakan di berbagai industri sehingga menjadi semacam klise pemasaran. Namun, Orrell telah membuat argumennya begitu kuat sehingga saya tertarik.

Quantum Over Classical: Pergeseran yang Dibutuhkan

Orrell mendesak orang-orang yang skeptis untuk melihat lebih dekat. Dia yakin ekonomi kuantum menawarkan pandangan yang lebih realistis dibandingkan ekonomi klasik, yang sudah terlalu lama berpegang pada model keseimbangan. Model-model ini tidak memperhitungkan sifat sistem ekonomi yang tidak dapat diprediksi, dan gagal memperhitungkan ketidakpastian dan kompleksitas yang ada di dalamnya.

Orrell tidak sepenuhnya menampik kritik bahwa ilmu ekonomi tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. “Ini sebenarnya hanya masalah ekonomi,” katanya, seraya menyatakan bahwa model kuantum hanyalah alat untuk memahami lebih dalam perilaku ekonomi. Alat-alat tersebut, menurutnya, bukan tentang subatomik melainkan tentang penerapan pemikiran kuantum pada arus informasi dan transaksi keuangan.

Ekonomi kuantum, menurut pandangan Orrell, mencerminkan sifat ganda partikel kuantum. Ini tentang menerima kompleksitas dan ketidakpastian dunia ekonomi, menawarkan perspektif baru yang tidak dapat diberikan oleh model tradisional. Karyanya, termasuk judul seperti Ekonomi dan Keuangan Kuantum: Pengantar Matematika Terapan, menunjukkan bagaimana model kuantum dapat meningkatkan pemodelan keuangan dan pengambilan keputusan.

Dari Teori ke Praktik: Aksi Ekonomi Kuantum

Perjalanan Orrell ke dalam ekonomi kuantum dimulai dari rasa ingin tahunya dalam menerapkan model kuantum pada ilmu-ilmu sosial, khususnya pengambilan keputusan. Eksplorasi ini mengungkapkan bahwa ilmu ekonomi klasik, dengan asumsi keputusan rasional, mengabaikan banyak sekali faktor yang mempengaruhi proses berpikir kita. Model kuantum, dengan mempertimbangkan konteks, menawarkan pemahaman yang lebih beragam tentang sistem ekonomi dan keuangan.

Menariknya, ekonomi kuantum bukanlah hal baru seperti yang diperkirakan. Orrell menunjukkan bahwa bidang ini berakar pada tahun 1978, melalui makalah ahli matematika dan fisikawan Pakistan Asghar Qadir tentang subjek ini. Sejarah ini menyoroti kedalaman penelitian dan potensi umur panjang ekonomi kuantum.

Ke depan, Orrell melihat masa depan cerah bagi ekonomi kuantum, didorong oleh meningkatnya minat terhadap komputasi kuantum. Ia percaya bahwa seiring dengan semakin populernya teknologi kuantum, hal ini akan membuka jalan bagi ekonomi kuantum untuk membentuk kembali pemahaman kita tentang model ekonomi dan peran teknologi di dalamnya.

Orrell menggambar analogi antara bit komputasi tradisional dan qubit dunia kuantum untuk menggambarkan perubahan paradigma yang ia bayangkan. Meskipun bit menawarkan pandangan informasi hitam-putih (nol atau satu), qubit memperkenalkan spektrum kemungkinan, yang mencerminkan kompleksitas dan ketidakpastian lanskap ekonomi.

Namun, jalan menuju penerimaan luas terhadap ekonomi kuantum bukannya tanpa hambatan. Kesadaran dan keterbukaan pikiran menjadi hambatan utama, menurut Orrell. Untuk mengatasi hal ini, ia mendirikan jurnal “Quantum Economics and Finance”, yang bertujuan untuk mendorong eksplorasi ilmiah di bidang yang sedang berkembang ini. Perlu diingat bahwa Orrell sebelumnya memperkirakan kebangkitan mata uang kripto, dan mencatat potensinya jauh sebelum menjadi alat keuangan arus utama.