Mengkonsentrasikan kerugian dan meningkatkan keuntungan adalah dua tindakan umum yang pernah dialami oleh setiap investor. Namun mentalitas menerima kerugian selalu lebih kuat dibandingkan mentalitas menerima keuntungan dan hal ini dapat mengakibatkan keputusan yang salah dan kerugian besar dalam berinvestasi. Mengapa demikian? Mari pelajari lebih lanjut pada artikel di bawah ini.
1. Bagaimana memahami “mendapatkan kerugian” dan “mendapatkan keuntungan”?
Psikologi menahan kerugian adalah kegigihan dalam mempertahankan posisi investasi meski nilai asetnya menurun. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya peluang investasi baru, atau penurunan nilai investasi awal. Namun banyak investor yang tetap menahan posisinya karena takut rugi jual, dan berharap nilai aset bisa kembali meningkat di masa mendatang.
Sedangkan psikologi mencari keuntungan adalah tegas dan cepat dalam menjual ketika nilai aset sedang meningkat. Investor akan mendapatkan keuntungan dan mencari peluang investasi baru. Namun, banyak investor yang mungkin khawatir nilai aset masih berpotensi naik lebih lanjut, sehingga kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan.
2. Mengapa lebih mudah merugi dibandingkan untung?
Fakta bahwa kita bisa membuat kerugian lebih baik daripada keuntungan mungkin berasal dari sifat manusia, karena kita cenderung takut kehilangan apa yang sudah kita miliki, dibandingkan takut kehilangan peluang baru. Hal ini terutama berlaku dalam kasus investasi, dimana investor akan fokus untuk mempertahankan posisinya dan menghindari risiko kehilangan uang, dibandingkan mencari peluang investasi baru. Saat kita kehilangan uang, otak akan mencoba berpegang teguh pada informasi yang dimilikinya dan menetapkan ekspektasi. Saat ini, ekspektasi tersebut merupakan ekspektasi virtual yang kita tetapkan untuk diri kita sendiri dan condong ke arah tersebut, sehingga membuat otak lupa mengevaluasi informasi risiko lainnya.
Saat berinvestasi di pasar kripto, banyak orang berpikir bahwa ketika harga naik lagi, mereka harus memotong keuntungan atau menyimpan koin selagi uang belum hilang. Namun, jika Anda tidak memiliki keterampilan membaca pasar untuk membedakan antara gelombang naik dan turun, atau tidak memiliki keterampilan analisis teknis untuk menentukan kapan harus melakukan cut loss, keputusan tersebut dapat menyebabkan kerugian yang signifikan. Jika Anda telah kehilangan 20-30% dan menginvestasikan sejumlah besar uang, mentalitas pasif adalah hal yang wajar. Mentalitas ini dapat menyebabkan pengabaian peluang keluar, dan sering kali mengarah pada pengabaian dan pengabaian investasi.
Selain itu, hilangnya gong bisa benar atau salah dan ini sangat bergantung pada seberapa baik kita memahami proyek tersebut. Misalnya, proyek bagus dengan harga yang tidak pernah naik akan selalu memerlukan pemulihan modal dan mungkin akan mengalami peningkatan di masa mendatang. Oleh karena itu, jika kita memahami proyek ini dengan jelas, kita dapat DCA dan menyimpan koinnya untuk menunggu gelombang naik. Terkadang periode tren turun berlangsung selama beberapa bulan. Banyak altcoin NFT-Fi yang tampaknya berada di posisi terbawah, namun seiring dengan meningkatnya pasar, harganya pun meningkat hingga 10-20 kali lipat. Pemahaman yang jelas tentang proyek dan pasar diperlukan untuk dapat menyimpan dan menyimpan koin dalam situasi seperti itu.
Contoh klasik memegang koin saat tren turun adalah Solana. Ketika token SOL meningkat menjadi $5, dibagi 5 kali, kemudian meningkat menjadi $240, banyak investor yang menjual koinnya ketika harganya hanya $100, karena mereka mengira telah memperoleh keuntungan yang signifikan dan tidak ingin melepaskannya. Namun, jika mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang proyek dan potensi pasar, mereka bisa saja mempertahankan koin mereka untuk meraih keuntungan lebih besar.
3. Bagaimana cara mengambil keputusan investasi yang tepat?
Untuk membantu Anda menjawab pertanyaan ini, silakan kunjungi artikel terperinci di bawah ini oleh Theblock101: https://theblock101.com/tai-sao-tam-li-gong-lo-luon-cung-hon-gong-loi


