Berbicara tentang potensi AI untuk mengganggu peradaban, Musk berkata, "Siapa pun yang menganggap risikonya 0% adalah orang bodoh."

Sementara raksasa teknologi di seluruh dunia sedang mengerjakan gagasan untuk menghasilkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari, beberapa orang percaya bahwa risiko munculnya teknologi jahat masih membayangi. Dengan mempertimbangkan kemungkinan ini, CEO Tesla dan Twitter Elon Musk mengingatkan masyarakat akan potensi AI untuk menghancurkan peradaban.

Rencana Musk untuk membuat startup AI baru muncul pada 15 Maret setelah pengusaha tersebut dilaporkan membentuk tim peneliti dan insinyur AI. Namun, Musk kemudian menyoroti potensi gangguan AI – sama seperti teknologi lainnya – jika jatuh ke tangan yang salah atau dikembangkan dengan niat jahat.

Menurut Musk, kecerdasan buatan bisa berbahaya. Dalam sebuah wawancara dengan FOX, dia mengatakan AI bisa lebih berbahaya daripada desain pesawat atau pemeliharaan produksi yang tidak dikelola dengan baik, misalnya. Meskipun mengakui kemungkinannya kecil, dia berkata:

“Tidak peduli seberapa kecil kemungkinannya, hal ini bukanlah hal sepele – hal ini berpotensi menghancurkan peradaban.”

Saat diskusi dimulai di Crypto Twitter, Musk kemudian dengan tegas mendukung pernyataannya:

“Siapa pun yang menganggap risiko ini 0% adalah orang bodoh.”

Di sisi lain, pengusaha teknologi seperti Bill Gates tetap lebih optimis terhadap kecerdasan buatan dan dampak positifnya terhadap kemanusiaan.