Poin Penting

  • Proof of burn (PoB) adalah mekanisme konsensus blockchain di mana para penambang secara sengaja menghancurkan koin untuk mendapatkan hak memvalidasi transaksi dan menerima imbalan blok.

  • Dalam sistem PoB, koin yang dibakar merepresentasikan “kekuatan penambangan virtual.” Semakin banyak koin yang dibakar oleh seorang penambang, semakin tinggi peluangnya untuk dipilih menjadi validator blok berikutnya.

  • Membakar koin mengirimkannya ke “alamat pemakan” publik yang dapat diverifikasi dan tidak memiliki kunci privat, sehingga koin menjadi tidak dapat diakses secara permanen.

  • PoB menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan penambangan proof-of-work karena tidak memerlukan perangkat keras berdaya besar. Namun, mekanisme ini masih sangat eksperimental dan belum banyak diadopsi dalam skala besar.

  • Konsep ini diusulkan oleh pengembang Iain Stewart sebagai alternatif yang lebih hemat energi dibandingkan penambangan proof-of-work.

Binance Academy courses banner

Pendahuluan

Kebanyakan blockchain menggunakan proof-of-work (PoW) atau proof-of-stake (PoS) untuk menjaga jaringan tetap aman dan memvalidasi transaksi. Proof of burn adalah alternatif yang lebih jarang, dan cara kerjanya berbeda dari keduanya. Alih-alih memecahkan teka-teki komputasional atau mempertaruhkan koin, penambang dalam sistem PoB menghancurkan, atau “membakar,” cryptocurrency untuk menunjukkan komitmen mereka pada jaringan.

Artikel ini menjelaskan apa itu proof of burn, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana perbandingannya dengan mekanisme konsensus lain.

Apa Itu Proof of Burn?

Proof of burn adalah mekanisme konsensus blockchain yang diusulkan oleh Iain Stewart sebagai alternatif yang lebih hemat energi dibandingkan penambangan proof-of-work. Dalam sistem PoB, penambang tidak memerlukan perangkat keras mahal atau jumlah listrik yang besar untuk berpartisipasi. Sebagai gantinya, mereka secara sengaja menghancurkan koin untuk membangun sesuatu yang disebut “kekuatan penambangan virtual.”

Gagasan utamanya adalah dengan mengorbankan aset dunia nyata secara permanen, penambang menunjukkan bahwa mereka benar-benar berkomitmen pada jaringan. Komitmen ini membuat perilaku tidak jujur menjadi mahal, sehingga membantu menjaga keamanan blockchain.

Ada berbagai versi proof of burn. Beberapa proyek mengharuskan penambang membakar koin asli mereka sendiri. Proyek lain mengharuskan penambang membakar Bitcoin. Dalam semua kasus, koin yang dibakar lenyap selamanya dan tidak dapat dipulihkan.

Bagaimana Proof of Burn Bekerja?

Untuk berpartisipasi dalam blockchain PoB, seorang penambang mengirim koin ke alamat pemakan (eater address). Alamat pemakan adalah alamat dompet publik yang dapat diverifikasi siapa pun, tetapi tidak memiliki kunci privat yang terkait. Ini membuat koin menjadi tidak dapat diakses secara permanen. Anda dapat mempelajari lebih lanjut proses ini di artikel kami tentang coin burn.

Jumlah koin yang dibakar oleh seorang penambang menentukan bagian mereka dari kekuatan penambangan virtual. Semakin banyak koin yang dibakar, semakin tinggi peluangnya untuk dipilih sebagai validator blok berikutnya. Ketika seorang penambang berhasil memvalidasi sebuah blok, mereka menerima imbalan blok (block reward). Seiring waktu, imbalan ini berpotensi menutupi biaya koin yang dibakar.

Karena koin yang dibakar terlihat secara publik di blockchain, seluruh proses dapat diverifikasi oleh siapa pun. Transparansi ini merupakan bagian penting yang membuat sistem PoB dapat dipercaya.

Perlu dicatat bahwa kekuatan penambangan virtual “meluruh” dari waktu ke waktu pada beberapa implementasi PoB. Hal ini mendorong penambang untuk terus membakar koin, bukan hanya mengandalkan investasi di awal. Mekanisme peluruhan dirancang untuk mencegah keunggulan awal mendominasi jaringan secara permanen.

Proof of Burn vs. Proof of Work

Pada blockchain proof-of-work, para penambang bersaing untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks menggunakan perangkat keras khusus. Memecahkan masalah ini membutuhkan listrik dalam jumlah besar, yang menjadi biaya nyata di dunia nyata dan menghalangi perilaku tidak jujur. PoB menggantikan biaya fisik ini dengan biaya finansial: membakar koin.

Kedua pendekatan menciptakan situasi di mana validator memiliki insentif kuat untuk bertindak jujur, karena mereka telah menginvestasikan sumber daya ke jaringan. Namun, PoB tidak memerlukan konsumsi listrik yang berkelanjutan seperti PoW. Para kritikus PoW sering menunjukkan penggunaan energinya sebagai kelemahan yang signifikan, dan PoB dirancang untuk mengatasi kekhawatiran tersebut.

Proof of Burn vs. Proof of Stake

Proof of burn dan proof of stake memiliki gagasan yang mirip: validator harus mempertaruhkan aset mereka sendiri untuk berpartisipasi dalam jaringan. Pada keduanya, semakin besar investasi validator, semakin tinggi peluangnya untuk dipilih.

Perbedaan yang paling penting adalah reversibilitas. Pada PoS, validator mengunci, atau “mempertaruhkan (stake),” koin mereka. Jika mereka ingin keluar dari jaringan, biasanya mereka dapat mengambil koin tersebut dan menjualnya. Artinya, koin yang dipertaruhkan hanya dikeluarkan dari peredaran untuk sementara. Pada PoB, koin yang dibakar dihancurkan secara permanen, sehingga menimbulkan kelangkaan jangka panjang.

Penghancuran permanen inilah yang menjadi ciri khas PoB. Untuk perbandingan yang lebih luas tentang mekanisme konsensus, lihat artikel kami tentang PoW vs. PoS.

Kelebihan dan Kekurangan Proof of Burn

Poin-poin berikut mencerminkan argumen yang dibuat oleh pendukung PoB dan tidak boleh dianggap sebagai fakta yang sudah mapan. Proof of burn belum banyak diuji dalam skala besar, dan banyak dari klaim ini masih belum terbukti.

Potensi kelebihan

  • Konsumsi energi lebih rendah dibandingkan proof-of-work, karena tidak diperlukan perangkat keras penambangan khusus.

  • Pembakaran koin mengurangi jumlah peredaran, yang dapat menciptakan kelangkaan ekonomi dari waktu ke waktu.

  • Mungkin mendorong komitmen jangka panjang dari validator, karena koin yang dibakar tidak dapat dipulihkan.

  • Distribusi koin melalui penambangan cenderung kurang terkonsentrasi dibandingkan pada PoW, di mana peternakan penambangan besar sering mendominasi.

Potensi kekurangan

  • Sebagian pihak berpendapat PoB tidak benar-benar efisien energi karena koin yang dibakar, khususnya Bitcoin, sering kali diproduksi melalui penambangan PoW yang menghabiskan energi.

  • Belum terbukti bekerja secara andal dalam skala besar. Perlu lebih banyak riset dan pengujian sebelum PoB dapat dianggap sebagai alternatif yang sepenuhnya layak.

  • Memverifikasi aktivitas penambang bisa lebih lambat dibandingkan pada sistem PoW, yang dapat menyebabkan waktu konfirmasi transaksi lebih lama.

  • Proses pembakaran koin tidak selalu mudah atau transparan bagi pengguna rata-rata untuk memverifikasinya secara langsung.

FAQ

Apa maksud “membakar” koin dalam proof of burn?

Membakar koin berarti mengirimkannya ke alamat yang dapat diverifikasi secara publik dan tidak memiliki kunci privat. Setelah dikirim, koin tidak dapat diakses atau dibelanjakan oleh siapa pun. Transaksinya permanen dan terlihat di blockchain. Pembakaran digunakan dalam PoB untuk menunjukkan komitmen pada jaringan, dengan cara yang sama seperti penambang PoW berinvestasi pada perangkat keras dan listrik.

Apakah proof of burn sama dengan coin burn?

Tidak persis. Coin burn bisa terjadi karena banyak alasan, misalnya mengurangi pasokan token atau sebagai bagian dari program buyback token. Proof of burn secara spesifik merujuk pada penggunaan penghancuran koin sebagai bagian dari mekanisme konsensus, di mana koin yang dibakar memberi hak kepada pembakar untuk menambang dan memvalidasi blok baru.

Blockchain apa saja yang menggunakan proof of burn?

Proof of burn adalah mekanisme konsensus yang relatif niche. Slimcoin adalah salah satu contoh awal blockchain berbasis PoB. Beberapa proyek lain juga telah menggunakan elemen PoB dalam model distribusi token mereka, seperti membakar Bitcoin untuk menghasilkan koin baru. Namun, PoB belum mencapai adopsi luas dibandingkan PoW atau PoS.

Apakah proof of burn menyelesaikan masalah energi pada proof of work?

Proof of burn mengurangi konsumsi energi secara langsung karena validator tidak perlu perangkat keras penambangan khusus. Namun, para kritikus menyoroti bahwa membakar Bitcoin—yang sendiri dihasilkan melalui penambangan PoW yang menghabiskan energi—berarti biaya energinya dipindahkan, bukan dihilangkan. Apakah PoB merupakan peningkatan nyata bergantung pada koin apa yang dibakar dan bagaimana koin-koin itu awalnya diproduksi.

Pemikiran Penutup

Proof of burn adalah mekanisme konsensus eksperimen yang menggantikan investasi sumber daya fisik dari proof-of-work dengan penghancuran permanen cryptocurrency. Mekanisme ini menawarkan potensi jalur untuk menurunkan konsumsi energi dan komitmen jangka panjang validator.

Namun, mekanisme ini belum banyak diadopsi dan masih belum terbukti dalam skala besar. Seiring teknologi blockchain terus berkembang, PoB mungkin menemukan lebih banyak aplikasi, meski peran jangka panjangnya di ekosistem yang lebih luas masih belum pasti.

Bacaan Lanjutan

  • Apa Itu Algoritma Konsensus Blockchain?

  • Apa Itu Proof of Work (PoW)?

  • Apa Itu Proof of Stake (PoS)?

  • Apa Itu Coin Burn?

  • Proof of Work (PoW) vs. Proof of Stake (PoS)

Disclaimer: Konten ini disajikan kepada Anda “apa adanya” untuk informasi umum dan tujuan edukasi saja, tanpa representasi atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat keuangan, hukum, atau nasihat profesional lainnya, dan juga tidak dimaksudkan untuk merekomendasikan pembelian produk atau layanan tertentu. Anda harus mencari nasihat Anda sendiri dari penasihat profesional yang sesuai. Jika konten berkontribusi oleh pihak ketiga, harap dicatat bahwa pandangan yang diungkapkan merupakan milik kontributor pihak ketiga tersebut, dan tidak selalu mencerminkan pandangan Binance Academy. Harga aset digital dapat berfluktuasi. Nilai investasi Anda dapat turun atau naik dan Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang diinvestasikan. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan investasi Anda dan Binance Academy tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang mungkin Anda alami. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Ketentuan Penggunaan, Peringatan Risiko, dan Ketentuan Binance Academy.