Inti yang Perlu Diingat
Analisis fundamental (FA) adalah metode yang digunakan trader dan investor untuk memperkirakan nilai intrinsik suatu aset dengan menilai faktor ekonomi, keuangan, dan kualitatif, dengan tujuan menentukan apakah aset tersebut overvalued atau undervalued.
FA berbeda dari analisis teknikal (TA) dalam fokusnya: FA mencari nilai intrinsik melalui riset dan data, sementara TA berfokus pada grafik harga dan pola historis. Banyak trader menggunakan keduanya secara bersamaan.
Metrik FA umum untuk saham meliputi laba per saham (EPS), rasio price-to-earnings (P/E), rasio price-to-book (P/B), serta rasio price/earnings-to-growth (PEG).
Crypto FA mengandalkan indikator yang berbeda, termasuk rasio network value-to-transactions (NVT), total value locked (TVL), active addresses, serta rasio price-to-mining-breakeven (PMB) untuk koin proof-of-work.
Sejak 2024, platform analitik on-chain seperti Glassnode dan Dune Analytics telah membuat crypto FA lebih berbasis data, sementara persetujuan ETF Bitcoin dan Ethereum membawa riset fundamental kelas institusi ke ruang tersebut.
Pendahuluan
Dalam hal trading, baik Anda berurusan dengan saham yang sudah berusia ratusan tahun maupun kriptokurensi yang masih baru, tidak ada ilmu pasti. Yang dimiliki trader adalah beragam alat dan metodologi. Pada umumnya, semuanya bisa dikelompokkan menjadi dua kategori: analisis fundamental (FA) dan analisis teknikal. Artikel ini membahas dasar-dasar analisis fundamental, bagaimana penerapannya pada pasar tradisional maupun kripto, serta metrik kunci yang digunakan trader dan investor saat ini.
Apa Itu Analisis Fundamental?
Analisis fundamental adalah metode yang digunakan investor dan trader untuk mencoba menentukan nilai intrinsik aset atau bisnis. Untuk menilainya secara akurat, mereka menelaah secara ketat faktor internal dan eksternal guna menentukan apakah aset atau bisnis tersebut dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kesimpulan mereka kemudian dapat menjadi dasar strategi yang lebih mungkin menghasilkan imbal hasil yang positif.
Misalnya, jika Anda tertarik pada sebuah perusahaan, Anda mungkin pertama kali mempelajari hal-hal seperti pendapatan, neraca, laporan keuangan, dan arus kas untuk memahami kondisi keuangannya. Setelah itu, Anda bisa meninjau lebih luas pasar atau industri tempat perusahaan tersebut beroperasi: siapa para kompetitornya, demografi apa yang menjadi targetnya, dan apakah perusahaan tersebut sedang berkembang. Anda juga bisa meninjau lebih jauh faktor makroekonomi seperti suku bunga dan inflasi.
Pendekatan ini dikenal sebagai analisis bottom-up: Anda mulai dari sebuah perusahaan tertentu dan bekerja ke atas untuk memahami posisi perusahaan tersebut dalam ekonomi yang lebih luas. Anda juga bisa menggunakan pendekatan top-down, dengan mempersempit pilihan dengan terlebih dulu memeriksa gambaran yang lebih besar. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan perkiraan harga saham dan membandingkannya dengan harga saat ini. Jika perkiraan Anda lebih tinggi daripada harga pasar, aset mungkin undervalued; jika lebih rendah, aset mungkin overvalued. Dengan data ini, Anda dapat membuat keputusan beli atau jual yang lebih tepat.
Analisis Fundamental (FA) vs. Analisis Teknikal (TA)
Trader yang baru mengenal kripto, forex, atau pasar saham sering bertanya pendekatan mana yang harus diambil. FA dan TA saling bertolak belakang dan mengandalkan metodologi yang secara signifikan berbeda. Secara sederhana, analis fundamental percaya bahwa harga saat ini suatu aset tidak selalu mencerminkan nilai sebenarnya. Sebaliknya, analis teknikal percaya bahwa pergerakan harga di masa depan sebagian dapat diprediksi dari pergerakan harga dan data volume di masa lalu. Mereka menggunakan strategi trading kripto yang dibangun di atas bagan, pola, dan tren untuk menentukan titik masuk dan keluar, alih-alih menelaah faktor eksternal.
Pendukung hipotesis pasar efisien (EMH) berpendapat bahwa tidak mungkin secara konsisten mengungguli pasar menggunakan TA, karena pasar keuangan sudah memasukkan semua informasi yang diketahui ke dalam harga. Bentuk EMH yang lebih kuat bahkan mempertanyakan apakah riset fundamental yang ketat dapat memberikan keunggulan yang konsisten. Dalam praktiknya, banyak trader menggunakan kombinasi keduanya. Indikator RSI dan indikator MACD adalah contoh alat TA, sementara FA bergantung pada seperangkat metrik yang sepenuhnya berbeda yang dijelaskan di bawah ini.
Indikator Populer dalam Analisis Fundamental
FA tidak mengandalkan pola candlestick atau osilator. Sebagai gantinya, FA menggunakan indikator yang mencerminkan kondisi keuangan dasar sebuah bisnis. Yang paling sering digunakan di pasar tradisional tercantum di bawah ini.
Laba per saham (EPS)
Laba per saham mengukur seberapa banyak laba yang dihasilkan sebuah perusahaan untuk setiap saham yang beredar. Cara menghitungnya adalah:
EPS = (laba bersih - dividen preferen) / jumlah saham
Misalkan sebuah perusahaan tidak memiliki dividen dan memiliki keuntungan $1 juta, dengan 200.000 saham yang diterbitkan. Ini menghasilkan EPS sebesar $5. Bisnis dengan EPS yang lebih tinggi atau yang terus bertumbuh biasanya lebih menarik bagi investor. Variasi yang disebut diluted EPS juga memperhitungkan opsi saham dan instrumen lain yang berpotensi menambah total jumlah saham, yang umumnya menghasilkan angka lebih rendah daripada EPS dasar.
Rasio price-to-earnings (P/E)
Rasio P/E membandingkan harga saham dengan EPS:
P/E = harga saham / laba per saham
Menggunakan contoh yang sama, jika saham diperdagangkan pada $10 dan EPS adalah $5, maka rasio P/E adalah 2. Rasio yang lebih tinggi dapat menunjukkan overvalued; rasio yang lebih rendah bisa mengindikasikan undervalued. Rasio ini paling informatif bila dibandingkan dengan rekan (peer) di industri yang sama dan digunakan bersama riset kualitatif dan kuantitatif lainnya.
Rasio price-to-book (P/B)
Rasio P/B membandingkan harga pasar dengan nilai buku perusahaan (aset dikurangi liabilitas):
P/B = harga per saham / nilai buku per saham
Jika sebuah perusahaan memiliki nilai buku sebesar $500.000, 200.000 saham, dan harga saham $10, maka nilai buku per sahamnya adalah $2,50, sehingga rasio P/B adalah 4. Rasio di atas 1 mungkin menunjukkan bahwa pasar mengharapkan pertumbuhan yang kuat; di bawah 1 dapat mengindikasikan bahwa pasar menilai bisnis tersebut terlalu rendah. Rasio P/B paling berguna untuk perusahaan yang padat aset dan kurang relevan untuk bisnis yang memiliki sedikit aset fisik.
Rasio price/earnings-to-growth (PEG)
Rasio PEG memperluas P/E dengan memasukkan perkiraan tingkat pertumbuhan laba yang diharapkan:
PEG = rasio price-to-earnings / tingkat pertumbuhan laba
Jika P/E adalah 2 dan perkiraan pertumbuhan laba tahunan adalah 10%, maka rasio PEG adalah 0,2. PEG di bawah 1 umumnya menunjukkan saham mungkin dinilai terlalu rendah dibandingkan lintasan pertumbuhannya; PEG di atas 1 bisa menandakan saham dinilai terlalu tinggi. Banyak analis lebih menyukai PEG daripada P/E karena PEG memasukkan proyeksi pertumbuhan yang tidak diperhitungkan oleh P/E.
Analisis Fundamental dan Kripto
Metrik saham tradisional tidak bisa langsung diterapkan ke kripto. Sebagai gantinya, trader dan investor menilai proyek menggunakan seperangkat alat yang berbeda. Panduan khusus tentang analisis fundamental kripto membahas ini secara lebih detail, tetapi berikut indikator utamanya:
Rasio network value-to-transactions (NVT)
Sering disebut sebagai padanan rasio P/E untuk kripto, rasio NVT membandingkan kapitalisasi pasar sebuah jaringan dengan nilai transaksi yang diprosesnya setiap hari dalam dolar:
NVT = nilai jaringan / volume transaksi harian
Jika Coin A dan Coin B sama-sama memiliki kapitalisasi pasar $1 juta, tetapi Coin A memproses transaksi harian senilai $50.000 dan Coin B hanya $10.000, maka rasio NVT mereka masing-masing 20 dan 100. NVT yang lebih rendah umumnya menunjukkan bahwa jaringan mungkin dinilai terlalu rendah dibandingkan penggunaan nyatanya. Varian bernama NVT Signal (NVTS) menghaluskan volume transaksi menggunakan moving average 90 hari untuk pembacaan yang lebih stabil. Platform on-chain seperti Glassnode melacak kedua metrik ini secara real time.
Total value locked (TVL)
Untuk protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), total value locked mengukur total aset yang didepositkan ke smart contract protokol tersebut. TVL yang meningkat dapat menandakan tumbuhnya kepercayaan dan adopsi pengguna; penurunan tajam mungkin menunjukkan adanya arus keluar atau berkurangnya keyakinan. TVL banyak dipantau melalui platform seperti Dune Analytics dan kini menjadi input standar untuk menilai kesehatan proyek DeFi.
Alamat aktif
Jumlah alamat aktif pada sebuah jaringan memberi gambaran kasar tentang seberapa banyak jaringan tersebut dipakai setiap hari. Meskipun metrik ini saja bisa dimanipulasi atau dipengaruhi, metrik ini tetap memberikan konteks yang berguna bila digabungkan dengan sinyal lain seperti volume transaksi dan pendapatan dari biaya (fee).
Rasio price-to-mining-breakeven (PMB)
Rasio PMB diterapkan khusus untuk koin proof-of-work:
PMB = harga pasar koin / biaya untuk menambang sebuah koin
Jika biaya menambang sebuah koin adalah $10.000 dan koin diperdagangkan pada $5.000, maka PMB adalah 0,5, artinya para penambang beroperasi dengan rugi. Jika koin diperdagangkan pada $20.000, maka PMB adalah 2, sehingga menambang berpotensi menarik. Seiring waktu, kekuatan pasar cenderung mendorong rasio PMB menuju 1 ketika penambang masuk atau keluar berdasarkan profitabilitas. Metrik ini sangat relevan dalam konteks siklus halving Bitcoin, ketika imbalan blok dipotong setengah dan ekonomi penambangan berubah secara signifikan.
Whitepaper, tim, dan roadmap
Riset kualitatif tetap menjadi salah satu komponen paling penting dari crypto FA. Membaca whitepaper sebuah proyek akan menunjukkan tujuannya, use case, dan pendekatan teknisnya. Meninjau rekam jejak tim memberikan gambaran tentang kemampuan mereka untuk mengeksekusi. Roadmap proyek, jika dinilai bersama dengan kemajuan terbaru, dapat membantu menilai apakah milestone yang ditetapkan realistis. Sejak 2024, persetujuan ETF institusional untuk Bitcoin dan Ethereum juga menambahkan lapisan baru pertimbangan regulasi dan makro ke dalam kerangka crypto FA.
Kelebihan dan Kekurangan Analisis Fundamental
Kelebihan
FA adalah metodologi yang kuat untuk menilai nilai dasar bisnis dan aset yang tidak dapat dilakukan oleh TA. Siapa pun bisa melakukan FA dengan teknik yang sudah terbukti dan data yang tersedia untuk publik. Jika dilakukan dengan baik, FA dapat mengungkap saham dan aset kripto yang saat ini dinilai terlalu rendah serta berpotensi meningkat nilainya dari waktu ke waktu. Investor seperti Warren Buffett dan Benjamin Graham telah menunjukkan apa yang bisa dicapai oleh riset fundamental yang ketat dalam jangka panjang.
Kekurangan
FA mudah untuk dimulai tetapi sulit untuk dilakukan dengan baik. Menentukan nilai intrinsik suatu aset memerlukan waktu dan jauh lebih kompleks daripada sekadar memasukkan angka ke dalam sebuah rumus. Kurva belajarnya bisa curam, dan metodologi ini lebih cocok untuk investasi jangka panjang daripada trading jangka pendek. FA juga mengabaikan kekuatan pasar dan momentum yang bisa dikenali TA. Seperti yang dicatat oleh ekonom John Maynard Keynes: "Pasar bisa tetap tidak rasional lebih lama daripada Anda bisa bertahan tanpa bangkrut." Aset yang terlihat undervalued oleh setiap metrik FA tidak dijamin akan meningkat nilainya.
Secara khusus pada kripto, kematangan pasar yang relatif masih rendah berarti metrik FA bisa kurang andal dibandingkan di keuangan tradisional. Kualitas data bervariasi, banyak proyek tidak memiliki laporan keuangan yang diaudit, dan aset sering bergerak bersama terlepas dari fundamental masing-masing.
FAQ
Apa perbedaan analisis fundamental dan analisis teknikal?
Analisis fundamental mencoba menentukan nilai intrinsik suatu aset dengan menelaah data keuangan, kualitas proyek, dan faktor makroekonomi. Analisis teknikal berfokus pada grafik harga, volume, dan pola historis untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Banyak trader menggunakan keduanya: FA untuk memilih aset, TA untuk menentukan waktu masuk dan keluar.
Bisakah analisis fundamental diterapkan pada kriptokurensi?
Bisa, tetapi metriknya berbeda dari yang digunakan di pasar tradisional. Alat FA khusus kripto mencakup rasio NVT, total value locked (TVL), alamat aktif, rasio PMB untuk koin proof-of-work, serta penilaian kualitatif atas whitepaper, tim, dan roadmap proyek. Platform analitik on-chain seperti Glassnode dan Dune Analytics telah membuat metrik-metrik ini lebih mudah diakses sejak 2024.
Apa itu rasio NVT dalam kripto?
Rasio NVT (network value-to-transactions) dihitung dengan membagi kapitalisasi pasar kriptokurensi dengan nilai dolar dari volume transaksi harian on-chain. Rasio ini sering dijelaskan sebagai padanan kripto dari rasio price-to-earnings (P/E). NVT yang lebih rendah dapat menunjukkan bahwa sebuah jaringan mungkin undervalued relatif terhadap aktivitas ekonomi yang didukungnya; NVT yang lebih tinggi mungkin mengindikasikan sebaliknya.
Apakah analisis fundamental lebih baik untuk trading jangka panjang atau jangka pendek?
Analisis fundamental umumnya lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Karena berfokus pada nilai intrinsik, bukan pergerakan harga jangka pendek, analisis ini paling berguna untuk mengidentifikasi aset dengan fundamental yang kuat yang mungkin dinilai terlalu rendah oleh pasar. Untuk trading jangka pendek atau day trading, analisis teknikal biasanya lebih praktis.
Peran apa yang dimainkan ETF Bitcoin dan Ethereum dalam analisis fundamental kripto?
Persetujuan spot ETF Bitcoin dan Ethereum pada 2024 membawa modal institusional dan perhatian yang signifikan ke pasar kripto. Hal ini juga meningkatkan pentingnya faktor makro dan regulasi dalam kerangka FA, karena partisipan institusional cenderung menerapkan metode analisis keuangan tradisional bersamaan dengan metrik on-chain khusus kripto saat menilai aset-aset ini.
Penutup
Analisis fundamental adalah praktik yang sudah mapan dan membantu trader serta investor melampaui pergerakan harga untuk menilai nilai nyata aset. Jika digabungkan dengan analisis teknikal, pendekatan ini dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang aset mana yang patut dipertimbangkan dan waktu yang tepat untuk bertindak. Seiring pasar kripto terus matang—dengan perbaikan alat data on-chain dan meningkatnya partisipasi institusi—FA kemungkinan akan menjadi bagian yang makin penting dalam cara baik investor ritel maupun profesional memandang ruang ini.
Bacaan Lanjutan
Apa Itu Analisis Teknikal?
Panduan Analisis Fundamental Kriptokurensi
Apa Itu Whitepaper Kriptokurensi?
5 Indikator Penting yang Digunakan dalam Analisis Teknikal
Panduan untuk Pemula tentang Strategi Trading Kriptokurensi
Pernyataan Penyangkalan: Konten ini disajikan kepada Anda “apa adanya” untuk informasi umum dan tujuan edukasi saja, tanpa representasi atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh ditafsirkan sebagai saran keuangan, hukum, atau nasihat profesional lainnya, dan tidak dimaksudkan untuk merekomendasikan pembelian produk atau layanan tertentu. Anda harus mencari nasihat Anda sendiri dari penasihat profesional yang sesuai. Jika konten disumbangkan oleh pihak ketiga, harap dicatat bahwa pandangan yang dinyatakan adalah milik kontributor pihak ketiga tersebut, dan tidak selalu mencerminkan pandangan Binance Academy. Harga aset digital dapat berfluktuasi. Nilai investasi Anda dapat naik atau turun dan Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang Anda investasikan. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan investasi Anda, dan Binance Academy tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang mungkin Anda alami. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Ketentuan Penggunaan, Peringatan Risiko, dan Ketentuan Binance Academy.
