Biro Statistik Nasional (NBS) Nigeria melaporkan pada hari Selasa bahwa investasi asing langsung (FDI) di Nigeria turun 33% pada tahun 2022 karena kekurangan dolar AS yang parah, yang telah menghambat ekspansi perusahaan kripto ke negara tersebut. Nigeria adalah negara dengan perekonomian terbesar di Afrika. Pada tahun 2022, investasi turun menjadi $468 juta dari $698 juta pada tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa investasi asing langsung telah turun sekitar 90% sejak puncaknya sebesar $4,7 miliar pada tahun 2008.

Obinna Uzoije, seorang analis data lokal dan penggemar kripto, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa rendahnya tingkat investasi asing di Nigeria dapat dikaitkan dengan fakta bahwa penggunaan mata uang kripto belum menjadi arus utama di negara tersebut. Uzoije menjelaskan bahwa kurangnya penggunaan mata uang kripto dalam aktivitas ekonomi sehari-hari dan larangan lembaga keuangan menyediakan layanan pertukaran mata uang kripto menjadi alasan rendahnya tingkat investasi. (Kointelegraf)