Di pasar keuangan, ada dua metode penghitungan suku bunga. Pengembalian investasi dapat dihitung dengan menggunakan tingkat bunga sederhana (APR), juga dikenal sebagai persentase hasil tahunan (APY), atau dengan menggunakan bunga majemuk (APY).
Salah satu pendekatan untuk mendapatkan keuntungan dari aset bernilai tertentu adalah melalui tingkat bunga. Ini dapat digunakan dalam sistem pinjaman dan tabungan, serta pasar mata uang kripto.
Frasa ini digunakan di pasar mata uang kripto untuk mengukur kinerja mata uang kripto dan dapat merujuk pada teknologi dan metode keuangan terdesentralisasi (DeFi). Misalnya, dalam protokol peminjaman yang terdesentralisasi, tingkat suku bunga menentukan keuntungan bagi mereka yang meminjamkan aset berharga sekaligus menentukan nilai cicilan bagi peminjam.
APY dan APR: Apa maksudnya?
Hasil Persentase Tahunan, juga dikenal sebagai Persentase Hasil Tahunan, disebut dengan singkatan APY. Ini berbicara tentang tingkat pengembalian aktual atas suatu investasi ketika sistem suku bunga majemuk diperhitungkan.
Istilah “APR” adalah singkatan dari tingkat persentase tahunan, Tingkat ini bersifat tetap. Misalnya, ini digunakan ketika suatu investasi diblokir untuk jangka waktu yang telah ditentukan dan pendapatan tertentu diperoleh pada akhir jangka waktu yang telah ditentukan.
Apa yang membedakan bunga sederhana dengan bunga majemuk?
Untuk lebih memahami perbedaan APY dan APR, pertama-tama perlu dipahami apa saja perbedaannya….
bersambung …
