Pelanggaran keamanan senilai $6,3 miliar di Binance pada akhir Oktober 2026 tercatat sebagai pencurian mata uang kripto terbesar dalam sejarah.
Bagaimana Serangan Terjadi
1. Rekayasa Sosial Bertahap: Menurut penyelidikan Binance, para peretas menggunakan kampanye terkoordinasi dalam beberapa tahap yang menargetkan para insinyur perangkat lunak di dalam perusahaan.
2. Wawancara dan Alat Palsu: Mulai Juni 2026, para penyerang membuat alat pengembang palsu yang berhasil membujuk seorang insinyur untuk memasangnya. Pada September, mereka menyamar sebagai perekrut dan mengadakan wawancara kerja palsu dengan insinyur kedua, menyelipkan tugas pemrograman yang berisi malware tersembunyi yang mampu melewati kontrol keamanan.
3. Pembobolan Sistem: Dengan menggunakan titik akses yang disusupi pada perangkat para teknisi, para penyerang masuk ke perangkat AI internal dan membobol sistem yang bertugas mengotorisasi transaksi dompet kripto, lalu menguras aset digital senilai sekitar $6,3 miliar dalam waktu kurang lebih 20 menit.
Atribusi dan Kaitan dengan Negara
1. Keterlibatan Korea Utara: Perusahaan intelijen blockchain, FBI, dan Secret Service mengatribusikan serangan tersebut kepada peretas yang disponsori negara Korea Utara (secara khusus terkait dengan unit Lazarus Group / TraderTraitor).
2. Penyangkalan Korea Utara: Pejabat Korea Utara menyangkal keterlibatan mereka dan menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya AS untuk merusak citra mereka di mata publik.
Pemulihan dan Dampak
1. Pembekuan Aset: Binance bekerja sama dengan mitra industri—termasuk Tether, Circle, dan Ripple—untuk membekukan stablecoin dan aset curian senilai sekitar $3 miliar di blockchain.
2. Dana Pengguna dan Penggantian: Co-CEO Binance Richard Teng mengonfirmasi bahwa bursa tersebut menanggung kerugian finansial menggunakan cadangan perusahaan dan SAFU, serta berjanji bahwa tidak ada dana pengguna yang akan hilang. Binance melaporkan telah mengganti sekitar 98% aset yang terdampak, sembari terus melacak dan memulihkan lebih banyak token yang tidak likuid.
3. Perombakan Keamanan: Binance untuk sementara menghentikan setoran dan penarikan, menonaktifkan kredensial dan perangkat yang disusupi, membangun ulang perangkat AI internal dan sistem otorisasi dompet yang terdampak, serta mendatangkan pakar keamanan siber independen untuk melakukan peninjauan menyeluruh.
