👉BTC berpotensi mencatat candle mingguan turun untuk kelima kalinya berturut-turut, menanti CPI

Minggu ini BTC dibuka di sekitar 78.232 USD, sempat menembus 81.000 USD, tetapi turun ke titik terendah sekitar 74.722 USD. Saat ini harganya berada di sekitar 75.800 USD. Jika ditutup seperti ini, BTC bisa mencatat penurunan selama lima minggu berturut-turut.

Arus dana juga cukup lemah. ETF Bitcoin spot di AS mencatat total arus keluar sekitar 1,28 miliar USD selama sepekan. Indeks Fear & Greed berada di kisaran 25–28, yang menunjukkan sentimen takut.

Selasa depan, AS akan merilis CPI bulan Oktober. Jika CPI tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa menguat dan aset berisiko akan tertekan. Jika CPI mereda, sentimen pasar mungkin membaik.

Menurut Mira, level support BTC berada di 75.000–75.700 USD. Jika level ini ditembus ke bawah, area 73.000 USD perlu diperhatikan. Resistance di atas berada di 77.300–78.000 USD, lalu 80.000–81.000 USD.

Jika mampu bertahan di 75.000 USD, BTC mungkin terus bergerak sideways sambil menunggu CPI. Jika ditutup melemah di bawah level ini, risiko penurunan lebih dalam akan meningkat.

👉Regulasi kripto dan kalender ekonomi pekan depan
RUU CLARITY AS sedang menghadapi tekanan waktu, dan perkembangan selanjutnya masih bergantung pada Kongres. Rusia mengumumkan bahwa mulai 17/11, investor nonprofesional dapat memperdagangkan BTC, ETH, dan USDT melalui perantara berlisensi, tetapi dengan batasan dan kewajiban pemeriksaan risiko.

10/11: CPI AS bulan Oktober.
11/11: Pengumuman peninjauan indeks MSCI dan pembukaan token APT.
15/11: Pembukaan token STRK dan konferensi Solana Breakpoint.
Selain itu, PPI AS dirilis pada 13/11 dan data PCE pada 25/11.

Singkatnya, faktor terbesar pekan depan tetap inflasi dan ekspektasi kebijakan Fed. Peristiwa pembukaan token dan konferensi umumnya hanya berdampak pada masing-masing koin. Jangan terburu-buru menebak arah pasar; tunggu data dan konfirmasi dari pergerakan harga.