Yi He menanggapi kasus pengguna yang salah mengirim aset di #Binance

Baru-baru ini, seorang pengguna mengeluhkan kurangnya kerja sama Binance dalam membantu memulihkan aset yang hilang sejak 4/2.

Pengguna tersebut berpendapat bahwa UID di Binance bisa saja sama, sekaligus menyatakan bahwa ia telah menghubungi polisi, pengacara, dan kedutaan, tetapi kasusnya masih belum terselesaikan.

Menanggapi tuduhan tersebut,
@heyibinance
turun tangan langsung untuk memberikan penjelasan.

Secara spesifik, pengguna tersebut ingin mengirim aset dari Binance ke Binance Thailand.
Namun, alih-alih menggunakan alamat dompet atau kode QR, ia justru memasukkan UID Binance secara langsung, sehingga aset terkirim ke akun orang lain.

Yi He menegaskan bahwa setiap UID di Binance bersifat unik dan tidak mungkin dua pengguna memakai UID yang sama dalam sistem yang sama.

Segera setelah menerima laporan, Yi He bersama timnya yang terdiri dari 4 orang memantau kasus tersebut, membantu membekukan aset, dan berulang kali menghubungi penerima untuk bernegosiasi agar aset dikembalikan.

Namun, akun penerima jarang aktif dan hingga kini belum memberikan tanggapan.

Mengenai tuduhan bahwa Binance tidak bekerja sama dengan polisi?

Yi He menjelaskan bahwa pengguna tersebut melapor di Thailand, sementara aset sebenarnya dikirim ke akun Binance internasional.

Pihak berwenang Thailand tidak memiliki kewenangan langsung untuk meminta penanganan aset pengguna di negara lain. Hal ini perlu diselesaikan melalui otoritas terkait yang berwenang.

Secara pribadi, saya mengapresiasi Yi He yang bersedia mendengarkan secara langsung, memberikan tanggapan secara terbuka, dan bersama tim Binance secara aktif membantu pengguna selama proses penanganan.

Meski aset belum berhasil dipulihkan, upaya untuk terus mendampingi dan mencari solusi, alih-alih membiarkan pengguna begitu saja, tetap patut diapresiasi.

Semoga kasus ini segera membuahkan hasil yang baik bagi kedua belah pihak