Awalnya cuma ingin berdiri sebentar untuk melihat pergerakan pasar di komputer. Tapi karena terus terpaku menatap layar, akhirnya malah jadi begini: satu kaki menapak di lantai, sementara kaki lainnya berlutut di atas kursi. Bahkan memakai baju pun rasanya malas. Setelah lama berkecimpung dalam trading, baru kusadari bahwa yang paling melelahkan bukanlah duduk di depan komputer, melainkan saat sebenarnya ingin beristirahat sebentar, tetapi pikiran terus tertuju pada beberapa batang lilin itu—sampai-sampai saat berdiri pun tak kuasa untuk melihatnya sekali dua kali lagi.