OpenAI telah memperoleh pendanaan sekitar $11 miliar, sebagai bagian awal dari putaran pendanaan baru yang menilai perusahaan AI tersebut sebesar $1,25 triliun. Bloomberg melaporkan putaran pendanaan ini dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, tetapi tidak berwenang berbicara kepada publik.
OpenAI menerima dana yang ditransfer pada hari Jumat. Seorang sumber mengatakan bahwa ini baru bagian pertama dari kesepakatan yang nilainya dapat meningkat menjadi $20 miliar dalam beberapa minggu ke depan.
Dalam laporan terpisah pada hari Jumat, The Information menyebutkan bahwa OpenAI berencana memberikan kabar terbaru kepada para investornya pekan depan setelah mengamankan pendanaan sebesar $11 miliar.
Target yang menyusut
Hal yang paling menonjol adalah jumlah dana yang tidak diterima OpenAI. Menurut Bloomberg, perusahaan itu awalnya menginginkan valuasi sebesar $1.4 triliun dan berharap dapat menggalang dana sebesar $30 miliar atau lebih. Namun, angka-angka tersebut turun. Valuasi perusahaan merosot menjadi $1.25 triliun, dan batas $20 miliar yang kini ramai dibicarakan jauh lebih rendah daripada target awal.
Sebagai gambaran, Bloomberg mencatat bahwa OpenAI menggalang dana sebesar $122 miliar pada Maret dengan valuasi $852 miliar. Untuk perusahaan yang biasanya memimpin dalam mendapatkan investasi AI, putaran pendanaan kali ini terbilang sangat kecil jika dibandingkan.
Mengapa suasananya berubah suram
Waktu adalah segalanya dalam hal ini. Antusiasme investor mereda saat putaran pendanaan ini berlangsung. Orang-orang semakin khawatir dengan besarnya dana yang digelontorkan untuk perangkat keras AI. Selain itu, muncul kekhawatiran akan potensi hambatan bagi pembangunan pusat data baru setelah pemilu sela AS.
Menurut TechCrunch, kemenangan Demokrat dalam pemilu sela dan meningkatnya keresahan publik terkait pusat data membuat investor takut, sehingga memicu kekhawatiran akan aturan yang lebih ketat dalam waktu dekat.
OpenAI bukan satu-satunya perusahaan yang merasakan dinginnya sikap investor yang berhati-hati. Menurut TechCrunch, mereka yang ingin membeli saham dalam IPO pesaingnya, Anthropic, menargetkan valuasi serendah $1.1 triliun. Angka ini jauh lebih rendah daripada valuasi hampir $2 triliun yang dibicarakan sebulan lalu.
Rencana IPO ditunda untuk sementara
OpenAI telah beberapa kali memberi isyarat akan melantai di bursa. Namun, perusahaan AI itu terus menunda langkah tersebut dan memilih mengandalkan pendanaan swasta.
IPO perusahaan ini awalnya diperkirakan akan berlangsung tahun depan. Presiden OpenAI, Greg Brockman, juga mengisyaratkan bahwa 2027 merupakan target yang lebih realistis bagi perusahaan untuk siap melantai di bursa.
Jangan hanya membaca berita kripto. Pahami juga. Berlanggananlah ke buletin kami. Gratis.
