Qualcomm (QCOM) menarik perhatian setelah bisnis cip ponselnya mengecewakan investor dan menekan saham. Artikel 11 menyebutkan bahwa Qualcomm berada di jalur menuju hari perdagangan terburuknya sejak 2020 karena investor bereaksi terhadap melemahnya pasar ponsel dan aksi jual yang lebih luas di sektor semikonduktor AI. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa saham turun lebih dari 9% pada awal perdagangan setelah bisnis cip ponsel tidak memenuhi ekspektasi. Data resmi saham yang sedang tren kemudian menunjukkan QCOM rebound 6,67% ke $167.20.

Dampak Pasar

Angka-angka tersebut menunjukkan alasan investor bereaksi tajam. Pendapatan dari ponsel turun 26% menjadi $5.14 miliar, dan penjualan total segmen cip turun 8% menjadi $9.02 miliar. Sedikitnya 10 perusahaan pialang menurunkan target harga setelah laporan tersebut, menandakan tekanan terhadap ekspektasi laba ke depan. Artikel itu mencatat bahwa cip otomotif dan pusat data sedang berkembang, tetapi bisnis-bisnis tersebut belum cukup besar untuk sepenuhnya mengimbangi pelemahan pasar ponsel.

Apa Selanjutnya

Ujian berikutnya adalah tren permintaan ponsel, kemajuan manajemen dalam melakukan diversifikasi, dan laju penurunan pendapatan terkait Apple. Qualcomm perlu menjadikan pendapatan dari otomotif dan pusat data sebagai kontributor laba yang lebih besar. Investor juga akan mengamati biaya memori dan komentar tentang margin. Jika pelemahan pasar ponsel berlanjut, rebound mungkin akan memudar; jika diversifikasi semakin cepat, saham tersebut dapat kembali memiliki dasar valuasi yang lebih kuat.