Pasar keuangan global kembali menghadapi gejolak seiring meningkatnya kekhawatiran akan gelembung AI, yang memicu aksi jual tajam pada saham teknologi dan perusahaan semikonduktor. Koreksi yang bermula di Wall Street ini telah menyebar ke seluruh Asia. Indeks utama di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan mencatat kerugian besar ketika investor menilai kembali keberlanjutan investasi AI yang masif serta potensi imbal hasilnya.
Ketidakpastian yang meningkat juga merambah pasar kripto, tempat Bitcoin dan beberapa altcoin kembali menghadapi tekanan jual. Token berbasis AI seperti NEAR, TAO, RENDER, FET, dan lainnya sedang terpuruk, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah melemahnya kepercayaan terhadap narasi investasi AI secara keseluruhan mulai membebani aset digital.
Aksi Jual AI Meluas ke Pasar Saham Global
Kekhawatiran yang meningkat terkait investasi AI telah meluas ke luar Wall Street, memicu koreksi tajam di pasar saham global. Saham teknologi dan semikonduktor menghadapi tekanan jual yang signifikan seiring investor menilai ulang valuasi AI. Kerugian terkonsentrasi pada perusahaan semikonduktor, yang sangat diuntungkan oleh meningkatnya permintaan akan prosesor AI dan infrastruktur pusat data.
Pergerakan utama pasar AS mencakup penurunan Nasdaq Composite sebesar 5,5%, S&P 500 sebesar 4,4%, dan Philadelphia Semiconductor Index sebesar 12,2%. Tekanan jual kemudian menyebar ke seluruh Asia, dengan pasar yang memiliki eksposur signifikan terhadap industri semikonduktor dan perangkat keras AI mencatat kerugian besar. KOSPI Korea Selatan anjlok 8,8% selama perdagangan intrahari, sehingga perdagangan dihentikan sementara, sementara Nikkei Jepang dan TAIEX Taiwan juga masing-masing mencatat kerugian sebesar 6% dan 4,5%.
Koreksi terbaru ini menyoroti betapa eratnya keterkaitan pasar teknologi global dengan siklus investasi AI.
Pasar Kripto Ikut Terseret Aksi Jual Global
Bitcoin dan altcoin utama menghadapi tekanan jual besar-besaran yang menghapus kenaikan terbaru. Harga BTC dengan cepat turun di bawah $76,000 setelah kembali menembus $80,000, sementara harga ETH kembali memasuki zona konsolidasi di sekitar $2,225. Pasar kripto secara keseluruhan juga mengalami koreksi signifikan, dengan kerugian meluas hingga ke luar Bitcoin dan Ethereum. Aksi jual juga meluas ke kripto berbasis AI, yang turun 4,79% dalam 24 jam terakhir, dengan 86 dari 106 token diperdagangkan di zona negatif.
Beberapa kerugian penting di sektor ini adalah
NEAR Protocol (NEAR): -7,58%
Bittensor (TAO): -6,90%
Internet Computer (ICP): -8,31%
Filecoin (FIL): -7,41%
Artificial Superintelligence Alliance (FET): 7,28%
DeXe (DEXE): -7,55%
Render (RENDER): -7,89%
Akash Network (AKT): -6,74%
Pelemahan ini menyoroti bagaimana penilaian ulang yang lebih luas terhadap investasi terkait AI bertepatan dengan menurunnya kepercayaan terhadap aset digital.
Apakah Aksi Jual AI Menjadi Risiko Pasar yang Lebih Luas?
Aksi jual global memicu kekhawatiran apakah melemahnya kepercayaan terhadap investasi AI dapat meluas ke luar saham teknologi dan mata uang kripto. Dengan perusahaan semikonduktor, indeks saham utama, dan token terkait AI menghadapi tekanan jual, investor semakin berhati-hati terhadap aset yang sensitif terhadap risiko.
Beberapa sesi perdagangan berikutnya akan sangat menentukan apakah ini merupakan koreksi sementara atau penurunan pasar berkepanjangan. Pelemahan berkelanjutan dalam investasi AI, permintaan semikonduktor, dan selera risiko institusional dapat terus menekan saham global dan mata uang kripto. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah kekhawatiran seputar gelembung AI akan tetap terbatas pada pasar teknologi atau memicu kondisi penghindaran risiko yang lebih luas.
