Untuk melintasi Laut Merah, pemilik kapal harus mengirim email kepada pemberontak Houthi.

Sebuah investigasi Wall Street Journal mengungkap mekanisme pengendalian maritim yang kurang dikenal dan dijalankan oleh Houthi, kelompok pemberontak yang didukung Iran dan beroperasi di Yaman.

Kapal-kapal yang ingin melintasi Laut Merah harus menggunakan sistem perizinan yang dikelola oleh kelompok itu sendiri. Prosedurnya mencakup pengiriman email ke kantor izin yang dikendalikan Houthi, tempat permohonan untuk melintas ditinjau.

Peristiwa ini mengungkap kenyataan yang mengkhawatirkan: kelompok bersenjata nonnegara kini secara de facto menjalankan fungsi otoritas atas salah satu jalur maritim paling strategis di dunia. Laut Merah sangat penting bagi perdagangan internasional karena menghubungkan Eropa dan Asia melalui Terusan Suez.

Lebih dari sekadar ancaman militer, Houthi menunjukkan bagaimana kemampuan mengendalikan koridor perdagangan dapat menjadi alat yang ampuh untuk memberikan tekanan geopolitik dan ekonomi.

🌍 Ketika kelompok bersenjata mulai mengelola izin pelayaran internasional, persoalannya bukan lagi sekadar keamanan maritim, tetapi juga menyangkut kedaulatan atas jalur perdagangan global itu sendiri.