🚨 🇵🇾 PARAGUAY: KOLAPS BANK DIGITAL MEMICU KRISIS POLITIK DAN MENGGUNCANG PEMERINTAH

Hanya dalam 48 jam, Paraguay beralih dari krisis perbankan ke badai politik yang berakhir dengan pengunduran diri Presiden Santiago Peña.

Pusat skandal ini adalah Ueno Bank, salah satu lembaga keuangan utama di negara itu, yang diambil alih oleh Bank Sentral setelah rasio solvabilitasnya turun hingga di bawah setengah dari batas minimum yang diwajibkan oleh hukum.

📉 Krisis yang berdampak pada jutaan orang

Bank tersebut memiliki sekitar 3 juta nasabah di negara berpenduduk sedikit lebih dari 6 juta jiwa. Pengambilalihan itu membuat banyak deposan tidak dapat mengakses rekening mereka dan memicu kekhawatiran mengenai nasib tabungan mereka.

Namun, masalahnya jauh melampaui satu lembaga keuangan: Ueno juga mengelola ratusan juta dolar dana publik, termasuk dana dari sistem pensiun negara.

⚠️ Hubungan politik yang memperburuk skandal

Situasi menjadi memanas karena hubungan antara bank tersebut dan lingkaran kepresidenan.

Peña merupakan pemegang saham Grupo Vázquez, konglomerat yang mengendalikan Ueno, hingga Maret 2025. Selain itu, Carlos Carvallo, yang saat itu menjabat sebagai presiden Bank Sentral, sebelumnya pernah memimpin lembaga keuangan pendahulu Ueno.

Dugaan konflik kepentingan, kemungkinan adanya perlakuan istimewa dalam regulasi, dan penggunaan dana publik memicu kemarahan.

🔥 Kejatuhan dalam tiga hari

• Selasa: bank diambil alih, layanan diblokir, dan surat perintah penangkapan terhadap para eksekutif diterbitkan.

• Rabu: protes di Asunción, tekanan dari pihak oposisi, dan pengajuan tuduhan untuk mendorong pemakzulan Peña.

• Kamis: Horacio Cartes, pemimpin Partai Colorado, menarik dukungannya kepada presiden. Terpojok secara politik, Peña mengumumkan pengunduran dirinya.