Pasar global mengalami aksi jual tajam pada 5 November ketika investor menilai kembali prospek investasi kecerdasan buatan (AI), permintaan semikonduktor, dan ekspansi pusat data.

S&P 500 turun 4,4%, Nasdaq Composite merosot 5,5%, dan Dow Jones kehilangan lebih dari 1.800 poin. Penurunan ini juga meluas ke Asia, dengan KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 8% pada Jumat. Meski kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu menimbulkan kekhawatiran akan regulasi infrastruktur AI yang lebih ketat, keraguan yang meningkat terhadap valuasi teknologi dan imbal hasil investasi turut menambah tekanan.

Saham AI Memimpin Penurunan Wall Street

Saham teknologi dan semikonduktor memimpin penurunan pada Kamis. Indeks Semikonduktor Philadelphia turun lebih dari 12%, sementara Nvidia merosot sekitar 9% dan AMD turun sekitar 17%.

Investor semakin mempertanyakan apakah investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI akan menghasilkan imbal hasil yang memadai. Kekhawatiran mengenai valuasi yang tinggi, biaya pembiayaan, dan profitabilitas proyek pusat data telah menambah tekanan pada sektor ini.

Hasil Pemilu Memicu Kekhawatiran tentang Pusat Data

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu telah meningkatkan ekspektasi akan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengembangan infrastruktur AI. Usulan untuk membatasi atau menghentikan sementara proyek pusat data baru telah menimbulkan ketidakpastian terkait rencana ekspansi.

Potensi penundaan dapat berdampak pada produsen semikonduktor, penyedia layanan cloud, serta perusahaan pemasok peralatan jaringan dan kelistrikan. Analis UBS memperingatkan bahwa sebagian dari penambahan kapasitas pusat data yang direncanakan di AS pada 2028 dapat terganggu oleh pembatasan pembangunan.

Pasar Asia Melanjutkan Aksi Jual

Tekanan meluas ke pasar Asia pada Jumat. KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 8%, memicu penghentian sementara perdagangan, sementara perusahaan semikonduktor Samsung Electronics dan SK Hynix menghadapi aksi jual besar-besaran.

🚨KERUGIAN TERBESAR DALAM SATU HARI SEPANJANG SEJARAH!

🇺🇸 Sebanyak $2,800,000,000,000 telah lenyap dari pasar saham AS hari ini, menandai kerugian satu hari terbesar sepanjang sejarah.

Rekor sebelumnya adalah $2,690,000,000,000 saat kejatuhan pasar akibat COVID-19. pic.twitter.com/vgFeKnSvMS

— Litest (@Litest) November 5, 2026

Penurunan ini menyoroti betapa eratnya keterkaitan pasar Asia dengan rantai pasok AI global. Pelemahan saham teknologi AS dengan cepat menekan produsen semikonduktor di seluruh kawasan.

Trump Menyalahkan Partai Demokrat atas Kerugian Pasar

Presiden Donald Trump menyalahkan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu atas penurunan pasar pada Kamis, dengan menyoroti dampaknya terhadap tabungan pensiun dan rekening 401(k).

Namun, aksi jual ini mencerminkan sejumlah kekhawatiran yang saling terkait, termasuk belanja AI, permintaan semikonduktor, valuasi yang tinggi, dan ketidakpastian seputar regulasi pusat data.

Apa Langkah Selanjutnya bagi Pasar Global?

Investor kini akan mencermati rencana belanja modal perusahaan teknologi, permintaan semikonduktor, serta perkembangan terkait persetujuan pembangunan pusat data. Indikasi apa pun bahwa investasi infrastruktur AI melambat dapat terus menekan saham teknologi.