Malam hari, mengulas kembali semuanya terasa masuk akal.
Titik untuk menjual, kesabaran untuk menunggu—semuanya sudah kupikirkan dengan jelas.

Begitu pasar dibuka, semuanya terlupakan.
Harga bergerak sedikit, tangan lebih cepat daripada pikiran.

Evaluasi menguji logika,
pasar dibuka menguji naluri.

Logika yang hanya tercatat di kertas tak ada gunanya,
harus tertanam di tangan barulah berarti.