Jual tinggi, beli rendah—kedengarannya gampang sekali.

Cuma empat kata, siapa pun bisa mengucapkannya.

Saat harga naik, sayang rasanya untuk menjual, takut harganya malah terus naik;
saat harga turun, buru-buru jual rugi, takut harganya jatuh lebih dalam.

Akhirnya beli di harga tertinggi, jual di harga terendah.

Sebagus apa pun rencana yang ditulis,
tangan sedikit gemetar, semuanya malah jadi terbalik.