Mekanisme pemulihan
Binance dan Polymarket telah mengajukan proposal tata kelola kepada jaringan Polygon untuk memulihkan sekitar 70,49 juta token POL [1]. Token-token ini, yang nilainya sekitar $6,8 juta, dicuri dalam insiden keamanan terpisah yang berdampak pada kedua platform [2]. Proposal tersebut menguraikan langkah teknis untuk menarik kembali dana ini dengan melakukan hard fork pada blockchain. Proses ini pada dasarnya akan menulis ulang buku besar untuk memindahkan aset dari lima alamat spesifik yang dikendalikan oleh para penyerang ke dompet pemulihan terverifikasi yang ditetapkan oleh kedua perusahaan [1].
Target pemulihan mencakup 23,86 juta POL senilai $2,31 juta yang tersebar di empat alamat terkait insiden Polymarket [1]. Sisa 46,63 juta POL, senilai sekitar $4,51 juta, tersimpan di satu alamat yang terkait dengan peretasan besar-besaran di Binance [2]. Berdasarkan rencana saat ini, hard fork akan dilakukan pada ketinggian blok yang telah ditentukan. Langkah ini tidak akan mengubah total pasokan token POL [1]. Sebaliknya, saldo dari alamat-alamat yang disusupi akan dihapus dan dibuat ulang di dompet pemulihan baru.
Peran produsen blok
Meskipun hard fork merupakan solusi permanen yang sedang dibahas, dana saat ini tidak dapat dipindahkan berkat intervensi produsen blok Polygon [2]. Para produsen ini telah memblokir transaksi yang berasal dari lima alamat terdampak, sehingga dana senilai $6,8 juta praktis dibekukan di tempat [1]. Namun, proposal tata kelola menyebut pembatasan ini sebagai langkah sementara. Meski mencegah para penyerang memindahkan dana ke bursa atau layanan pencampur, mereka tidak memiliki kemampuan teknis untuk mengembalikan aset kepada pemilik aslinya tanpa perubahan pada kode jaringan [2].
Situasi ini menyoroti dinamika kekuasaan dalam jaringan terdesentralisasi. Produsen blok dapat bertindak sebagai penyaring sementara, tetapi buku besar itu sendiri tetap mencatat pencurian tersebut sampai komunitas menyetujui hard fork. Proposal tersebut menyatakan bahwa karena dana sudah dibekukan dan para penyerang tidak dapat mengaksesnya, hard fork hanya menuntaskan proses pemulihan yang telah dimulai oleh para produsen blok [1].
Konteks insiden peretasan
Upaya untuk memulihkan dana ini dilakukan setelah kedua platform menghadapi berbagai tantangan keamanan yang signifikan. Binance baru-baru ini menangani peretasan senilai rekor $6,3 miliar pada 29 Oktober [1]. Investigasi atas insiden tersebut mengungkap metode serangan canggih yang melibatkan wawancara kerja palsu dan perangkat AI yang disusupi, yang digunakan untuk menginfeksi perangkat karyawan dengan perangkat lunak berbahaya [1, 3]. FBI kemudian mengaitkan aktivitas ini dengan kelompok peretas Korea Utara yang dikenal sebagai TraderTraitor [3].
Polymarket juga menghadapi masalah ketika harus menghentikan sementara perdagangan setelah penyedia pihak ketiga disusupi [1]. Sebanyak 23,86 juta token POL yang dicuri dari ekosistemnya merupakan bagian dari total $6,8 juta yang hendak dipulihkan melalui hard fork yang diusulkan [2]. Binance menyatakan telah mengganti 98% token terdampak dan akan menanggung kerugian dari peretasan yang lebih besar itu. Sementara itu, pemulihan token POL di Polygon merupakan upaya khusus untuk mengambil kembali aset yang masih terlihat dan tidak bergerak di blockchain [3].
Pergerakan aset curian
Sulitnya memulihkan kripto yang dicuri sering kali bergantung pada seberapa cepat penyerang dapat memindahkan dana lintas jaringan. Dalam peretasan Binance yang lebih luas, para penyerang memindahkan sekitar 81% Solana yang dicuri, atau kira-kira 788.080 SOL, melalui protokol THORChain [3]. Mereka membagi aset tersebut ke beberapa dompet, menukarnya dengan USDC, menjembataninya ke Ethereum untuk membeli Ether, lalu akhirnya mengonversinya menjadi Bitcoin [3].
Dalam kasus aset Polygon, kecepatan produsen blok membekukan lima alamat mencegah terjadinya jalur pencucian serupa. Di jaringan lain seperti Tron dan Solana, penyelidik memperkirakan bahwa 54% dari lebih 47.600 transaksi yang dilakukan para penyerang diotomatiskan untuk mendahului intervensi manual [3]. Kondisi 70,49 juta token POL yang tetap tidak bergerak merupakan kejadian langka: aset tersebut tidak sempat menghilang ke protokol lintas jaringan sebelum pembekuan diberlakukan [1].
Tata kelola dan pengujian
Pelaksanaan hard fork ini memerlukan beberapa tahap konsensus. Pertama, proposal harus melalui proses persetujuan tata kelola oleh komunitas Polygon [1]. Jika disetujui, perubahan teknis akan diterapkan dan diuji di testnet Amoy, lingkungan Polygon untuk uji coba, sebelum perubahan apa pun dilakukan pada mainnet [2].
Komunitas teknis dijadwalkan membahas detail proposal pada 5 November [1]. Saat ini belum ada tanggal pasti kapan hard fork mainnet akan dilaksanakan, karena jadwalnya bergantung pada hasil pemungutan suara tata kelola dan keberhasilan uji coba di testnet [2]. Proses ini berfungsi sebagai titik pemeriksaan untuk memastikan jaringan tetap stabil sementara pemulihan khusus atas dana senilai $6,8 juta dilakukan.
Sumber
1. Cointelegraph, Binance dan Polymarket mengusulkan hard fork Polygon untuk memulihkan kripto curian senilai $6,8 juta, https://cointelegraph.com/news/polygon-hard-fork-binance-polymarket-6-8m-hack-recovery
2. Cointelegraph, Binance dan Polymarket mengusulkan hard fork Polygon untuk memulihkan kripto curian senilai $6,8 juta (RSS), https://cointelegraph.com/news/polygon-hard-fork-binance-polymarket-6-8m-hack-recovery?utm_source=rss_feed&utm_medium=rss&utm_campaign=rss_partner_inbound
3. Cointelegraph, Peretas Binance memindahkan 81% Solana curian dan menyalurkan dana melalui THORChain, https://cointelegraph.com/news/binance-hackers-move-81-stolen-solana-route-thorchain?utm_source=rss_feed&utm_medium=rss&utm_campaign=rss_partner_inbound
Pembahasan tata kelola dijadwalkan pada 5 November. Perubahan ini harus lolos pemungutan suara dan pengujian di testnet Amoy sebelum hard fork mainnet dijadwalkan. Menurut Anda, apakah hard fork merupakan cara yang tepat untuk menangani dana curian yang dibekukan, atau sebaiknya buku besar dibiarkan seperti adanya?