Apa yang sedang dibangun Visa untuk stablecoin di Singapura?

Pada 5/11/2026, Visa mengumumkan pembentukan enam pusat keahlian global di Solution Center baru di Paya Lebar Green, Singapura, yang akan menghimpun sekitar 1.500 karyawan.

Bidang penelitian yang dikembangkan mencakup mata uang digital, stablecoin, pembayaran terprogram, serta cara agen AI berinteraksi dengan aman dengan pembeli, penjual, dan jaringan pembayaran. Keamanan siber juga menjadi salah satu fokus utama.

Yang menarik perhatian saya adalah stablecoin kini ditempatkan berdampingan dengan teknologi pembayaran dan keamanan, bukan hanya dipandang sebagai alat untuk memindahkan modal di pasar kripto.

Namun, pembukaan pusat penelitian bukan berarti semua solusi sudah siap digunakan pelanggan atau permintaannya langsung meningkat. Jumlah karyawan tersebut juga tidak seharusnya diartikan sebagai 1.500 lowongan baru.

Pandangan bersyarat: jika hasil penelitian menjadi produk yang dapat mengurangi biaya, waktu, dan kesalahan operasional, stablecoin akan memiliki peluang lebih besar untuk digunakan dalam pembayaran sehari-hari.

Untuk transaksi yang dilakukan sendiri oleh AI, saya masih ingin tahu lebih jelas siapa yang menetapkan batas transaksi, siapa yang menyetujui, dan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah.

Menurut Anda, pengguna akan memilih stablecoin karena lebih cepat, lebih murah, atau lebih mudah digunakan?

Sumber: siaran pers Visa tanggal 5/11/2026, diterbitkan oleh PRNewswire dan dimuat oleh ANI

$BTC $ETH $BNB