Dulu, kamu hanya perlu mengingat satu kalimat: “Persetujuan AS atas derivatif baru = pesta leverage bagi investor ritel.”
Pada 3 November, CFTC menyetujui kontrak perpetual saham individual—tanpa tanggal kedaluwarsa, bisa diperdagangkan 23 jam, dan dilengkapi leverage. Hari itu, Kalshi meluncurkan kontrak untuk empat saham: Amgen, McDonald’s, Qualcomm, dan Costco. Pada saat yang sama, Cboe dan Citadel menggugat CFTC di pengadilan federal.
Jangan buru-buru bersorak bahwa “pasar saham AS akan jadi seperti Binance”.
Mari lihat tiga hal:
① Permintaan sudah terbukti—kontrak perpetual saham offshore di Hyperliquid mencatat transaksi senilai 12,9 miliar dolar AS, sementara volume perdagangan bulanan ETF berleverage di AS melampaui 800 miliar dolar AS. Inilah kue yang diperebutkan;
② Aturannya cukup ketat—margin minimum menurut hukum 15%, batas leverage sekitar 6,5 kali, dan biaya pendanaan diselesaikan per jam (dalam skema Coinbase). Memegang posisi semalaman berarti harus membayar bunga;
③ Masa depannya belum pasti—Warren memperingatkan bahwa produk ini “bisa menyuntikkan volatilitas serius ke pasar”. Likuiditas malam hari tipis dan risiko likuidasi tinggi. Setelah disetujui, ada masa tenggang 60 hari; larangan pengadilan atau pencabutan persetujuan oleh SEC bisa terjadi kapan saja.
Sederhananya—ini bukan membuka meja judi bagi investor ritel, melainkan membuka tambang emas bagi penjual sekop. JPMorgan memperkirakan, jika kontrak perpetual menarik 5% arus dana ETF berleverage, volume perdagangan Coinbase bisa naik 70%. Pemenangnya adalah perantara seperti COIN, Robinhood, dan Kalshi—bukan investor ritel yang pertama kali menggunakan leverage.
Apa dampaknya pada saldo akunmu? Lakukan tiga hal:
1. Jadi penonton dulu: gelombang pertama hanya mencakup 4 saham yang kurang populer; 58 saham lainnya, termasuk Apple dan Tesla, belum tersedia. Jangan jadi kelinci percobaan saat likuiditas sedang paling tipis;
2. Kalau ingin mendapat keuntungan dari tren ini: pantau perantara seperti COIN dan HOOD, jangan menggunakan leverage sendiri;
3. Kalau benar-benar ingin menggunakannya: batasi untuk satu keperluan saja, yaitu lindung nilai kecil saat perdagangan malam setelah laporan keuangan. Ingat batas leverage 6,5 kali dan biaya pendanaan per jam.
Peringatan risiko: risiko likuidasi pada malam hari tinggi. Hanya ada satu kondisi yang membatalkan tesis ini: pengadilan mengeluarkan larangan atau SEC mencabut persetujuan dalam 60 hari—maka seluruh tesis tren ini harus ditinjau ulang.
Hal yang perlu dipantau: hasil masa tenggang 60 hari dan daftar resmi produk yang diluncurkan.
Ini bukan memberi leverage kepada investor ritel—ini memberi sekop kepada bursa dan menantang Wall Street.
Arah tren sudah jelas: optimistis pada tren, pesimistis terhadap para penjudi gelombang pertama—60 hari lagi kita akan tahu hasilnya.
#美国正式放行个股永续合约
Pada 3 November, CFTC menyetujui kontrak perpetual saham individual—tanpa tanggal kedaluwarsa, bisa diperdagangkan 23 jam, dan dilengkapi leverage. Hari itu, Kalshi meluncurkan kontrak untuk empat saham: Amgen, McDonald’s, Qualcomm, dan Costco. Pada saat yang sama, Cboe dan Citadel menggugat CFTC di pengadilan federal.
Jangan buru-buru bersorak bahwa “pasar saham AS akan jadi seperti Binance”.
Mari lihat tiga hal:
① Permintaan sudah terbukti—kontrak perpetual saham offshore di Hyperliquid mencatat transaksi senilai 12,9 miliar dolar AS, sementara volume perdagangan bulanan ETF berleverage di AS melampaui 800 miliar dolar AS. Inilah kue yang diperebutkan;
② Aturannya cukup ketat—margin minimum menurut hukum 15%, batas leverage sekitar 6,5 kali, dan biaya pendanaan diselesaikan per jam (dalam skema Coinbase). Memegang posisi semalaman berarti harus membayar bunga;
③ Masa depannya belum pasti—Warren memperingatkan bahwa produk ini “bisa menyuntikkan volatilitas serius ke pasar”. Likuiditas malam hari tipis dan risiko likuidasi tinggi. Setelah disetujui, ada masa tenggang 60 hari; larangan pengadilan atau pencabutan persetujuan oleh SEC bisa terjadi kapan saja.
Sederhananya—ini bukan membuka meja judi bagi investor ritel, melainkan membuka tambang emas bagi penjual sekop. JPMorgan memperkirakan, jika kontrak perpetual menarik 5% arus dana ETF berleverage, volume perdagangan Coinbase bisa naik 70%. Pemenangnya adalah perantara seperti COIN, Robinhood, dan Kalshi—bukan investor ritel yang pertama kali menggunakan leverage.
Apa dampaknya pada saldo akunmu? Lakukan tiga hal:
1. Jadi penonton dulu: gelombang pertama hanya mencakup 4 saham yang kurang populer; 58 saham lainnya, termasuk Apple dan Tesla, belum tersedia. Jangan jadi kelinci percobaan saat likuiditas sedang paling tipis;
2. Kalau ingin mendapat keuntungan dari tren ini: pantau perantara seperti COIN dan HOOD, jangan menggunakan leverage sendiri;
3. Kalau benar-benar ingin menggunakannya: batasi untuk satu keperluan saja, yaitu lindung nilai kecil saat perdagangan malam setelah laporan keuangan. Ingat batas leverage 6,5 kali dan biaya pendanaan per jam.
Peringatan risiko: risiko likuidasi pada malam hari tinggi. Hanya ada satu kondisi yang membatalkan tesis ini: pengadilan mengeluarkan larangan atau SEC mencabut persetujuan dalam 60 hari—maka seluruh tesis tren ini harus ditinjau ulang.
Hal yang perlu dipantau: hasil masa tenggang 60 hari dan daftar resmi produk yang diluncurkan.
Ini bukan memberi leverage kepada investor ritel—ini memberi sekop kepada bursa dan menantang Wall Street.
Arah tren sudah jelas: optimistis pada tren, pesimistis terhadap para penjudi gelombang pertama—60 hari lagi kita akan tahu hasilnya.
#美国正式放行个股永续合约

