Pada Rabu, Coinbase menerbitkan tulisan blog untuk membela diri: lebih dari 99% aset pengguna disimpan secara offline dalam cold storage, dan seluruh US$377 miliar di platform adalah milik pelanggan, dicatat terpisah dari kas perusahaan sebesar US$8,6 miliar dan aset kripto miliknya sendiri senilai US$2,2 miliar.

Namun, cold storage melindungi dari peretas, bukan orang dalam: pada 2025, perusahaan itu sempat mengalami insiden ketika staf layanan pelanggan di luar negeri disuap. Dokumen SEC menyebut kerugian bisa mencapai US$400 juta.

Ada satu hal lagi: angka 99% itu dilaporkan oleh Coinbase sendiri dan belum diverifikasi pihak ketiga. Soal keamanan, lebih baik melihat hasil audit daripada sekadar mendengar klaim.