Pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) akan mencapai $250.000 dalam 24 bulan, tetap optimistis terhadap kenaikan harganya meskipun masih ada pertanyaan seputar adopsi mata uang kripto dan volatilitas pasar.

Dalam obrolan santai bersama Ana Tutova, pendiri AI Crypto Minds, di TOKEN2049 di Singapura, Hoskinson mengatakan bahwa ia memperkirakan aset kripto tersebut akan naik secara signifikan dalam dua tahun ke depan. Ia juga berpendapat bahwa kecerdasan buatan dapat menciptakan permintaan baru terhadap mata uang kripto karena agen otonom semakin banyak melakukan aktivitas ekonomi.

“Ya, saya masih sangat, sangat bullish. Anda tahu, dalam 24 bulan ke depan Bitcoin akan mencapai $250.000,” ujar Hoskinson.

Prediksinya muncul saat Bitcoin menghadapi berbagai pertanyaan tentang arah pergerakan jangka pendeknya, sementara para trader mengamati level harga penting untuk mencari tanda-tanda pemulihan atau koreksi yang lebih dalam.

Selain prospek harga Bitcoin, Hoskinson menyoroti hubungan yang kian erat antara kecerdasan buatan dan teknologi blockchain sebagai potensi sumber permintaan di seluruh pasar kripto. Ia berpendapat bahwa agen AI akan membutuhkan aset digital untuk bertransaksi, membayar layanan, dan berpartisipasi di pasar daring. Mata uang kripto, khususnya stablecoin, dapat menyediakan infrastruktur keuangan untuk aktivitas-aktivitas ini.

“Agar agen memiliki kendali dan identitas ekonomi, semuanya harus menggunakan kripto,” katanya.

Hoskinson percaya bahwa perdagangan yang digerakkan AI dapat memperluas penggunaan praktis jaringan blockchain, melampaui perdagangan spekulatif. Ia juga menyatakan bahwa perpaduan kripto dan AI dapat meningkatkan volume transaksi secara signifikan di berbagai aset digital.

“Jika kita bisa mengintegrasikan AI ke dalam kripto dengan cara yang tepat, uh, volumenya akan naik 10 atau 100 kali lipat untuk banyak mata uang kripto ini, dan itu akan sangat baik bagi harga kita,” katanya.

Pendiri Cardano itu menambahkan bahwa industri ini perlu memprioritaskan penerapan di dunia nyata, alih-alih terutama mengandalkan spekulasi harga.

“Kita harus beralih dari spekulasi ke utilitas,” ujarnya, seraya menyebut AI dan tokenisasi aset dunia nyata sebagai bidang yang berpotensi menghadirkan lebih banyak penggunaan blockchain yang praktis.

Meski optimistis, Hoskinson mengakui bahwa mata uang kripto belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian besar konsumen. Ia mengatakan industri ini telah membuat kemajuan besar dalam jumlah pengguna dan nilai pasar, tetapi pengalaman menggunakan aset digital masih terlalu rumit untuk diadopsi secara luas.

Ia juga menyoroti privasi sebagai penghalang adopsi oleh institusi, dengan mencatat bahwa transaksi yang terlihat oleh publik dapat mengungkap informasi keuangan yang sensitif. Hoskinson memperkirakan tahap pengembangan blockchain berikutnya akan lebih berfokus pada kemudahan penggunaan, identitas, privasi, dan interoperabilitas. Ia yakin peningkatan di bidang-bidang ini dapat membantu membawa mata uang kripto ke dalam aktivitas keuangan arus utama sebelum akhir dekade ini.

Sementara itu, indikator pasar memberikan sinyal beragam tentang arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. Santiment melaporkan pada Selasa bahwa Bitcoin kehilangan sekitar 30.000 dompet berisi saldo sejak 16 Oktober, sehingga jumlahnya menjadi sekitar 59,95 juta. Platform analitik itu menyebutkan bahwa para pemegang kecil mungkin mulai keluar setelah harga bergerak stagnan dalam waktu lama, yang berpotensi menciptakan kondisi bagi terbentuknya titik terendah lokal di pasar.

Perusahaan itu juga mengidentifikasi $80.000 sebagai level penting, dengan pemulihan di atas sekitar $82.500 akan memperkuat kemungkinan terbentuknya titik terendah.

“Kapitulasi investor ritel secara historis lebih mendukung kenaikan harga daripada lonjakan tiba-tiba pembeli baru yang mengejar reli. Kripto biasanya bergerak berlawanan dengan ekspektasi massa saat emosi mencapai titik ekstrem, sehingga menyusutnya partisipasi ketika BTC kesulitan bertahan di sekitar $80K memperkuat kemungkinan bahwa titik terendah lokal akan segera terbentuk.” Demikian tulisnya.

Analis CryptoQuant ‘Trader Gemini’ juga mengidentifikasi Harga Realisasi Trader Bitcoin, yang saat itu berada di kisaran pertengahan $70.000, sebagai level yang perlu diperhatikan jika harga turun. Metrik ini mencerminkan harga rata-rata perolehan Bitcoin yang terakhir kali berpindah tangan antara satu hingga tiga bulan sebelumnya. Namun, analis tersebut mengingatkan bahwa level itu bukan batas bawah yang pasti, meskipun secara historis pernah berfungsi sebagai level support selama beberapa periode bullish.

Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan pada harga $80.550, naik 4,14% dalam 24 jam terakhir.