#USMidterms-WhatAreMarketsExpecting?
**Pemilu Paruh Waktu AS 2026 dan Pasar Kripto: Hal yang Perlu Diketahui Trader Setelah Gelombang Biru**
Setelah pemilu paruh waktu AS, Partai Demokrat berhasil menguasai DPR dan Senat. Pasar prediksi sebelumnya telah memperhitungkan kemungkinan “gelombang biru”, dengan Polymarket dan Kalshi memperkirakan peluang kemenangan telak Partai Demokrat berada di kisaran 66% hingga 75%. Peluang Partai Demokrat menguasai DPR dilaporkan di atas 90%.
Menariknya, reaksi pasar sejauh ini relatif terbatas. Bitcoin sempat turun ke level terendah dalam sebulan saat penghitungan suara berlangsung, sebelum pulih mendekati $78.000. Kontrak berjangka Wall Street juga bergerak naik, dengan Dow menguat 1%, S&P 500 naik 0,64%, dan Nasdaq naik 0,49%.
Menurut JPMorgan, kemenangan telak Partai Demokrat dapat meningkatkan ketidakpastian kebijakan dan regulasi, terutama bagi sektor AI. Namun, hak veto Trump dapat menyulitkan perubahan legislatif besar. Karena itu, sebagian analis memandang hasil ini sebagai potensi “peristiwa pembersihan” bagi aset berisiko, bukan sebagai pemicu bearish langsung.
Di tingkat sektoral, gambarannya masih beragam.
Perusahaan energi bersih seperti First Solar, Sunrun, dan Enphase dapat diuntungkan jika insentif IRA tetap berlaku. Sektor kesehatan dan pengembang perumahan juga mungkin mendapat dukungan dari kebijakan yang berfokus pada keterjangkauan.
Di sisi lain, AI dan pusat data dapat menghadapi pengawasan yang lebih ketat, sementara perusahaan pertahanan dan keuangan mungkin menghadapi pengawasan yang lebih intensif.
Bagi kripto, perkembangan terpenting adalah potensi melambatnya momentum legislasi pro-kripto. Kemajuan dalam legislasi struktur pasar, termasuk CLARITY Act, dapat menjadi lebih sulit dalam lingkungan politik yang terpecah. Kepastian regulasi mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi bukan berarti prosesnya pasti berakhir.
Secara historis, saham AS sering berkinerja baik setelah pemilu paruh waktu. S&P 500 dilaporkan selalu ditutup lebih tinggi satu tahun setelah setiap pemilu paruh waktu sejak 1946, dengan kenaikan rata-rata yang umumnya disebut berada di kisaran 14–16%.
Namun, kinerja pasar saham historis tidak seharusnya dianggap sebagai sinyal yang menjamin pergerakan Bitcoin.
**Perspektif Bitcoin**
Bitcoin semakin dipengaruhi oleh arus ETF, likuiditas global, dan posisi di pasar derivatif, bukan hanya hasil politik.
Level $78,000 patut dicermati. Pemulihan yang berkelanjutan memerlukan bukti adanya permintaan spot yang nyata, bukan sekadar pantulan sementara yang didorong oleh penutupan posisi short.
Minat terbuka dilaporkan menyusut sekitar 9,3% selama periode pemilu. Berkurangnya leverage dapat membantu menciptakan struktur pasar yang lebih sehat, tetapi tidak otomatis mengonfirmasi pembalikan bullish.
Menurut saya, trader sebaiknya memantau tiga faktor:
1. Apakah Bitcoin dapat bertahan di atas $78,000 dengan pembelian spot yang konsisten.
2. Apakah arus ETF dan likuiditas global mendukung pemulihan lebih lanjut.
3. Apakah ketidakpastian regulasi menimbulkan volatilitas tambahan di pasar kripto.
Pemilu mungkin telah menunda kepastian regulasi, tetapi belum tentu menghilangkan kemungkinannya.
Pertanyaan utamanya adalah apakah Bitcoin dapat menjadikan ketidakpastian politik sebagai sesuatu yang tidak berdampak dan kembali berfokus pada likuiditas serta permintaan institusional.
Trader sebaiknya tetap bersiap menghadapi reaksi “jual saat ada kabar” maupun potensi pemulihan pascapemilu paruh waktu.
Ini bukan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset sendiri dan kelola risiko dengan cermat.

