dua tahun ke depan bisa menjadi tantangan politik besar bagi donald trump.

demokrat berhasil menguasai DPR dan Senat AS dalam pemilu paruh waktu 2026, mengakhiri dua tahun kendali penuh Partai Republik atas Kongres.

hal ini mengubah keseimbangan kekuasaan di washington dan memberi demokrat beberapa cara untuk menentang agenda Trump.

berikut perubahan yang terjadi:

> legislasi: demokrat dapat memblokir rancangan undang-undang dari Partai Republik dan memaksa adanya negosiasi. Undang-undang besar akan lebih sulit disahkan, terutama karena Trump masih memiliki hak veto.

> pengangkatan hakim: Senat yang dikuasai demokrat dapat menunda atau menolak calon yang diajukan Trump, termasuk calon hakim Mahkamah Agung.

> belanja pemerintah: Kongres mengendalikan pendanaan federal, sehingga demokrat memiliki daya tawar lebih besar dalam negosiasi anggaran dan penentuan prioritas belanja.

> perang Iran: demokrat dapat menggunakan pengawasan kongres, keputusan pendanaan, dan legislasi tentang kewenangan perang untuk menentang cara pemerintah menangani konflik tersebut.

mereka juga memperoleh kekuasaan lebih besar untuk menyelidiki pemerintah, termasuk kemungkinan mengusut kepentingan bisnis Trump dan para sekutunya.

pemakzulan juga menjadi kemungkinan, tetapi untuk mencopot Trump diperlukan suara dua pertiga Senat, bukan sekadar mayoritas demokrat.

Kongres yang baru mulai bertugas pada Januari 2027, jadi Partai Republik masih menguasai kedua kamar selama masa transisi.

trump tetap menjabat sebagai presiden, tetapi kemampuannya untuk meloloskan agendanya bisa menjadi jauh lebih terbatas.