OKX dan Intercontinental Exchange (ICE) menghadapi penolakan yang semakin besar terhadap rencana mereka untuk menghadirkan saham AS ke jaringan blockchain. Enam perusahaan lagi, termasuk Tesla, Amazon, SpaceX, dan Netflix, keberatan jika saham mereka ditokenisasi di platform yang diusulkan.
Dengan demikian, jumlah perusahaan yang keberatan menjadi 56 dan hampir 80% dari pilihan saham yang direncanakan untuk platform tersebut berisiko.
Apakah OKX dan ICE masih bisa meluncurkan platform saham tokenisasi mereka?
Enam Perusahaan Lagi Menolak Rencana Tokenisasi OKX-ICE
Menurut pemberitahuan publik yang diperbarui, Amazon, Tesla, SpaceX, Netflix, SoFi Technologies, dan Lam Research telah mengajukan keberatan terhadap OKXICE TSV. Dengan demikian, jumlah perusahaan yang menentang pencatatan yang diusulkan mencapai 56.
Penolakan meningkat pesat selama beberapa pekan terakhir.
Daftar tersebut awalnya mencakup sembilan perusahaan pada 15 Oktober, sebelum bertambah menjadi 38 pada 28 Oktober. Sebanyak 12 perusahaan lainnya bergabung pada 30 Oktober, sehingga jumlahnya menjadi 50, disusul enam keberatan terbaru.
TERKINI: SpaceX, Tesla, Amazon, & Netflix kini menentang tokenisasi saham mereka melalui pasar OKX dan ICE, sehingga jumlah perusahaan yang menolak menjadi 56.
• Dell
• IBM
• Intel
• Nike
• IREN
• IonQ
• AMD
• Intuit
• Tesla
• Nvidia
• Netflix
• Adobe
• Oracle
• Reddit
• Eli…
— Watcher.Guru (@WatcherGuru) 3 November 2026
Dari 62 perusahaan yang awalnya dipilih oleh OKXICE, 49 kini telah mengajukan keberatan, atau hampir 79% dari kelompok awal. Tujuh perusahaan tambahan di luar pilihan awal juga telah mengajukan keberatan.
Nama-nama besar yang sudah masuk dalam daftar antara lain Microsoft, Alphabet, Nvidia, Walmart, JPMorgan Chase, Costco, dan Nike. Apple masih termasuk dalam kandidat awal yang belum secara terbuka menyampaikan keberatan.
Mengapa Perusahaan Menghalangi Pencatatan Saham Tokenisasi?
Keberatan ini muncul saat OKX dan ICE bersiap menawarkan versi tokenisasi saham AS melalui platform perdagangan berbasis blockchain. Platform ini bertujuan memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat untuk bertransaksi sepanjang waktu, menggunakan stablecoin seperti USDC melalui pool likuiditas Uniswap v4 berizin di jaringan XLayer milik OKX.
Para pendukung memandang tokenisasi sebagai cara untuk membuat perdagangan saham lebih mudah diakses melalui jam perdagangan yang lebih panjang dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.
Namun, perusahaan mungkin khawatir tentang dampak token pihak ketiga terhadap harga saham, aktivitas perdagangan, dan reputasi mereka.
Apakah OKX-ICE Masih Bisa Meluncurkan Platform Saham Tokenisasinya?
Keberatan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan rencana OKXICE. Platform itu masih dapat menawarkan saham tokenisasi yang diterbitkan atau disetujui langsung oleh perusahaan terkait, dengan tunduk pada peraturan yang berlaku.
Namun, daftar perusahaan yang mengajukan keberatan terus bertambah sehingga membatasi pilihan saham tokenisasi pihak ketiga yang tersedia di platform. Dengan 49 dari 62 perusahaan yang semula menjadi target kini menentang pencatatan yang diusulkan, OKXICE menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan partisipasi perusahaan.
Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah platform tersebut dapat menarik cukup banyak penerbit agar pasar saham 24/7 yang direncanakannya layak dijalankan.
