Binance Mengungkap Cara Peretas Menggunakan Wawancara Kerja Palsu untuk Mencuri $6,3 Miliar Binance mengungkap detail baru tentang pencurian mata uang kripto senilai $6,3 miliar yang memecahkan rekor, dengan mengatakan bahwa peretas menggunakan wawancara kerja palsu dan perangkat lunak berbahaya untuk menyusupi komputer karyawan. Menurut bursa tersebut, para penyerang memperoleh akses melalui perangkat lunak yang telah dimanipulasi dan kegiatan perekrutan palsu. Mereka kemudian mengeksploitasi sistem internal dan sebuah alat bertenaga AI untuk menjangkau infrastruktur para pengembang dompet. Pada 29 Oktober, peretas mentransfer sekitar 233.46 juta XRP dari lima dompet yang terhubung ke internet hanya dalam waktu empat menit, sebelum memindahkan mata uang kripto lainnya. FBI mengaitkan operasi tersebut dengan kelompok peretas TraderTraitor yang terhubung dengan Korea Utara. Binance mengatakan akan mengganti kerugian pelanggan yang terdampak dan memperkuat sistem keamanan sibernya. Mengapa ini penting: Insiden ini menunjukkan bagaimana rekayasa sosial, perangkat karyawan yang disusupi, dan serangan berbantuan AI dapat mengancam bahkan platform mata uang kripto terbesar di dunia. Hal yang perlu dicermati: - Pemulihan mata uang kripto yang dicuri. - Peningkatan keamanan Binance. - Investigasi FBI terhadap peretas yang terhubung dengan Korea Utara. - Potensi dampak terhadap Bitcoin dan investasi kripto institusional. #Binance #CryptoHack #CyberSecurity #NorthKorea #Bitcoin #Blockchain #CryptoNews #Geopolitics Token: $BNB · $BTC · $ETH · $XRP · $SOL
